by

Inferioritas

Oleh : Budi Santosa Purwokartiko

Pak Jokowi pada saat ultah Partai Nasdem ke 10 kemarin mengupas soal bangsa kita yang inferior, bermental inlander.Maklum dijajah 350 tahun. Sehingga kalau lihat bule kayak lihat apa, gitu kata Pak Jokowi. Sehingga dengan inferioritas itu kita sering kehilangan arah atau orientasi. Lanjut pak Jokowi.**

Kalau menurut saya inferior kita pada bule, sangat beralasan. Mereka bikin jembatan, gedung indah kokoh kuat. Mereka bikin pembangkit listrik, kereta api, telpon dan banyak lagi yang kita nggak mampu. Administrasi Belanda yang rapi, desain kota yang teratur juga membuat kita layak kagum, minder. Tapi kini pak Jokowi mengajak kita tidak terus inferior. Kita lawan Eropa di WTO soal CPO atau soal larangan ekspor biji nikel mentah. Jokowi bisa dicurhati Biden atau Boris Johnson.

Tapi.. tapi yang saya heran kenapa kita begitu memuja Arab? Kenapa? Teknologi nggak leading, sains juga sama. Budaya? Kita jauh lbh maju. Mereka membangun bangunan kotak, kita bikin candi berelief indah, rumit tinggi berkelas. Mereka punya tari perut, kita punya gambyong, jaipong, remo, Legong, Janger, Piring, bahkan punya wayang kulit, wayang orang, ketoprak dan banyak lagi. Mereka bermimpi surga, tanah kita adalah surga dengan gunung yang menghijau, sungai yang mengalir bening airnya. Mereka bicara madu, kurma dan habatussaudah alias jintan?

Hutan kita paling kaya biodeversity nya. Mereka bicara bidadari? Gadis dan wanita indonesia dengan kebaya dan sanggulnya dipadu dengan ramuan jamu nenek moyang, begitu cantik jelita, cerah mempesona. Itulah bidadari. Mengapa kita begitu memuja? Mereka berteori air hanya masuk ke tanah, kita alirkan air ke sungai dan laut.😀😀

Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed