Oleh : Budi Santosa Purwokartiko
Ibarat sistem pemerintahan khilafah itu mirip negara dengan satu partai, semua terpusat. Bahkan maunya nggak cuma satu negara, tapi satu dunia dibawah kekhalifahan yang sama. Mimpi banget ya? Lalu untuk menyelesaikan masalah, mereka ingin menggunakan metodologi abad 7 yang dikira best practice dalam hal menyelesaikan masalah kehidupan.
Nanti kalau ada sengketa tanah, akan dicari haditsnya yang cocok lalu ditafsir. Kalau ada sengketa merek dagang, akan dicari best practice abad 7. Misalkan ada persoalan perbatasan wilayah atau masalah Laut China Selatan, akan dicari ayat atau haditsnya. Begitu juga kalau ada masalah ekspor nickel mentah, akan dicari-cari kitab-kitab dari abad lampau untuk mencari referensi soal world trade.
Misalkan ada pandemi virus baru, maka akan dilakukan doa bersama lalu diobati dengan kurma, kencing unta atau habatussaudah alias jinten. Jadi khilafah itu sistem kawin silang dimana sistem politik mengambil sistem politik terpusat gaya China atau Iran tetapi persoalan keseharian akan mengambil best practice dari abad 7 di wilayah kecil di gurun sana.
Kalau itu terjadi mungkin nasibnya mirip Taliban, baru berdiri dan akan roboh karena tidak kompatibel dengan dunia modern, tidak ada negara lain yang mau mengakui.
Sumber : Status Facebook Budi Santosa Purwokartiko











Comment