Oleh : Sigit Raharjo
“Buruk rupa cermin dibelah”. Ini peribahasa yang lebih tepat untuk menjawab pernyataan Tofa Nahra setelah diketahui salah satu kader DPW Partai Ummat Bengkulu ditangkap Densus 88-AT Mabes Polri karena terlibat jaringan organisasi teroris. Mustofa menuding penegak hukum, dalam hal ini Densus 88, sering teledor dalam melakukan penangkapan. Alih-alih berterimakasih karena pihak Kepolisian ikut membersihkan kader Partai Ummat dari keterlibatan jaringan teroris, Tofa sebaliknya malah meminta pemerintah mengevaluasi prosedur penangkapan oleh Densus 88.
Apakah Tofa ingin menjadikan Partai Ummat sebagai bungker tersembunyi kelompok teror? Saya tidak yakin dengan niatan ini. Yang jelas Tofa sejak dulu seringkali menyuarakan nada miring terhadap kiprah Densus 88.Tersangka RH yang ditangkap oleh Densus 88 minggu kemarin, diketahui terlibat dalam penguatan organisasi Jamaah Islamiyah atau JI. RH sendiri adalah alumni angkatan ke-15 (1993) dari Al-Mukmin, Ngruki, pesantren yang didirikan oleh Abu Bakar Baasyir dan Abdullah Sungkar.
RH ditangkap oleh Densus 88 bukan karena kader Partai Ummat, tapi karena aktifitasnya sebagai fungsionaris organisasi teroris terlarang JI wilayah Bengkulu.Densus 88-Anti Teror Mabes Polri mengemban pelaksanaan UU Terorisme no.5/2018 untuk secara aktif melakukan pencegahan dan penindakan terhadap geliat jaringan teroris di Indonesia. Densus 88 telah mengantisipasi sejak lama bahwa anggota jaringan teroris akan berkamuflase dalam lembaga-lembaga normatif yang secara resmi terdaftar dalam lembaran negara.
Ini adalah bagian dari strategi mereka untuk menciptakan “alat hadang” jika aksi “bawah tanahnya” terendus penegak hukum. Konsep “taqiyah 2 alam” semacam ini telah dicetuskan dalam Strategi Tamkin JI (STRATA-JI) yang dikenal dengan konsep “Marhalah”. Tercatat dalam beberapa tahun terakhir, banyak fungsionaris JI yang ditangkap terdaftar sebagai anggota partai politik, Ormas keagamaan, ASN dan pegawai BUMN. Ini adalah salah satu jurus kelicikan mereka. Kita harus terus waspada. Teroris tidak selalu memanggul bom, dia bisa juga tampil di segala media dengan jubah-jubah palsu kesalehannya.
#densus88
#antiradikalisme
#lawanpolitisasiagama.
Sumber : Status Facebook Islah Bahrawi











Comment