by

Antara Ibadah Haji dan Piala Eropa

Oleh : Ima Sri Rahmani

Di Eropa COVIDIOT banyak juga. Sama seperti di tanah air. Mereka menghasut masyarakat. Tak hanya orang awam, kawan saya yang lulusan S3 Perancis memutuskan diri untuk tidak di imunisasi. Dengan alasan, mengikuti imamnya, yang juga tidak disuntik. Padahal dia mengakui sendiri, sudah 3 x kena COVID!!…yang gak mau pakai masker ? Banyaaaaak !!!!

Tak hanya orang awam, kawan saya satu kantor yang pencinta Trump protes dengan berbagai alasan : gak nyaman lah, ini cuman akal akalan pemerintah lah, ini cuman tujuan ekonomi lah. Berbagai penjelasan yang membuat mata terbelalak. Terlebih di saat seperti sekarang semua informasi dapat diperoleh dengan mudah…dan mahasiswa DOKTORAL Lalu apa bedanya ??????

Bedanya, mau COVIDIOT ataupun yang sadar COVID, mereka gak bisa melangkahi ATURAN PEMERINTAH.

Pergerakan mereka diatur. Jangan dipikir itu orang yang nonton sepak bola di piala dunia gak patuhi protokol !!!!Mari berhenti mimpi….Saya ceritakan ya. Untuk kasus di Belgia, sejak putaran pertama imunisasi, jumlah korban yang datang ke rumah sakit menurun drastis. Memasuki angka 50% imunisasi, pemerintah mulai membuka kelonggaran untuk toko toko bisa membuka gerai mereka dengan dibatasi dan diatur waktu buka gerainya. Mereka bergantian. Memasuki 60 – 70 % pemerintah mulai membolehkan restoran buka tapi harus makan di rumah.

Masuk 70 -80 % pemerintah mulai membolehkan makan di tempat tapi di teras. Barusan dapat berita, kemungkinan Belgia masuk zona hijau. Tapi mereka masih terus memantau. (Berapa persisnya harus dicek, tapi 50% an masyarakat sdh mendapatkan suntikan yang kedua) Kita semua DIATUR !!!! Dan kita PATUH !!! Sampai berapa orang yang dapat berkunjung ke rumah pun di atur !!!!!! ini aturan yahudi ???????? Duh gustiiiiiiii…..,

Ini aturan pemerintah Belgia yang isinya ada berbagai jenis orang mulai yang beragama sampai yang tidak beragama. Jadi, jangan anda pikir mereka seperti itu untuk mengelabui anda di Indonesia !!!!! mengelebui masyarakat Muslim sehingga dilarang ke Mekkah !!!! karena Yahudi yang melakukan ini semua !!! Duh gustiiiiiiiiii….beraaaaaat…

Kami di sini untuk berkunjung dari satu negara ke negara lain juga ada aturannya. Anda COVIDIOT meskipun teriak gak mau patuh anda gak punya pilihan. Di beberapa negara aturannya diperketat sampai pakai denda yang cukup besar. Jadi, masing – masing negara menjaga negaranya. Mereka yang hadir di stadion itu pasti sudah mengikuti protokol kesehatan. Anda pikir orang disini bodoh ? Mau mencelakakan masyarakatnya ?

Jadi daripada iri sama orang di Eropa, mending intropeksi diri. Di indonesia dilarang untuk mudik malah sengaja. Pammeeeeeeer mudik semua. Giliran haji batalkan, anda marah ! Lah negara mana yang tahan dengan karakter orang – orang seperti ini?

Apakah masing masing negara di seluruh dunia bisa memastikan orang yang ibadah di Mekah bebas COVID semua? Bisa memenuhi protokol kesehatan untuk masuk ke Tanah suci (karantina mandiri 2 minggu sebelum berangkat, tes swab, pastikan diimunisasi, kondisi sehat, lalu pulang pun harus melakukan hal yang sama). Ayoooooo banguuuuuuun, berhenti mimpi…kejar ketertinggalan. Jangan suka menyalahkan orang atas keterbelakangan kita.

Kita terbelakang. Itu fakta. Kita tidak disiplin, itu fakta. Kita ngatur diri saja susahnya minta ampun…bagaimana mikirinin bisa ikut menjaga kesehatan orang lain ????????…berhenti nyalahin Yahudi, sifat Yahudi mungkin ada di diri anda sendiri !!!!

Sumber : Status Facebook Ima Sri Rahmani

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed