by

Agama VS Konspirasi Covid

Oleh : Lutfie Assyaukanie

Mengapa banyak ustad atau kiai terpapar dan menjadi korban Covid? Bukan, bukan karena mereka dikutuk tuhan. Bukan pula karena mereka dijahati pemerintah yang benci ulama, seperti klaim sebagian orang selama ini. Para ulama itu terkena Covid karena tak mampu beradaptasi.

Salah satu hukum besi keberlangsungan (survival) adalah kemampuan makhluk hidup untuk beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Mereka dipaksa menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah. Jika berhasil, mereka akan selamat. Jika tidak, mereka punah. Hukum adaptasi yang juga menjelaskan mengapa ular kehilangan kaki, paus dan lumba-lumba hidup di air, dan kucing berkeliaran di rumah kita. Mereka bisa begitu karena mampu menyesuaikan diri. Pilihannya cuma satu : beradaptasi atau mati.

Ulama yang tak sanggup menerima bahwa dunia kita tengah berubah berusaha melawan. Sebagian mereka meremehkan virus dan bersikeras tetap menyelenggarakan ibadah berjamaah. Mereka juga menyepelekan aturan kesehatan, berlebaran, jumatan, dan menghadiri acara-acara keagamaan.

Sebagian ulama yang terpapar Covid dan kemudian meninggal adalah mereka yang tak mampu beradaptasi itu. Dengan dalih umur sudah ditentukan tuhan dan semua perkara sudah diatur tuhan, mereka meremehkan keadaan. Mereka tak takut virus karena bagi mereka, tuhan lebih berkuasa dari virus.

Alam sedang menyeleksi makhluk hidup. Mereka yang mampu beradaptasi akan selamat. Mereka yang melawan, bakal punah.

Sumber : Status Facebook – Luthfi Asyyaukanie –

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed