kajitow elkayeni
Framing Sindonews, Kecemasan Dunia Jurnalistik
Mati
Gus Dur
Membicarakan Gusdur tidak akan pernah selesai. Banyak tokoh lain dibicarakan, tapi kalau soal Gusdur selalu melahirkan pemahaman baru. Mengingat Gusdur itu kontroversial, maka kejadian sebenarnya yang berkaitan dengan Gusdur baru tersingkap sesudah beliau tiada. Orang baru paham, o, dulu begini maksudnya.
Membebaskan Ahok dari Prasangka
Menghabisi Seword
Gusmus, Gusku
Sumatera Barat memang mengubah cara pandang saya dengan sangat radikal. Saya jadi sangat kritis dan hobi berdebat. Saya kehilangan unggah-ungguh, kesopanan ala Jawa. Semua orang saya kritik, tak terkecuali Gusdur, Gusmus, juga kyai-kyai lain. Bacaan ayat kurang fasih, saya persoalkan. Pemaknaan kitab kurang fokus, saya permasalahkan. Ceramah kurang enak, saya cemooh. Setiap waktu saya menggerutu.
Tanoe Sang Tangan Tuhan
Dikabarkan oleh Alan Nairn, melalui pemberitaan Tirto, Tanoe ini ikut memperkeruh upaya pendongkelan Jokowi. Dengan kata lain, ia memainkan peran kunci untuk secepatnya merobohkan tampuk pimpinan tertinggi Negara ini. Atau setidaknya ikut memulai berdirinya rezim baru secepatnya tanpa menunggu pemilu berikutnya. Bersama gerombolan Cendana dan Cikeas, kabar anyir itu sempat begitu santer. Lalu hilang tanpa bekas.
Afi dan Kualitas Cecunguk di Sekitar Kita
Kasus Afi ini persoalan etika, tidak perlu dibahas lebih jauh. Dia hanya harus diingatkan, diluruskan, diberi pemahaman, tapi jangan dibunuh karakternya. Mengingat di seberang Afi ada orang-orang intoleran dalam jumlah ribuan yang telah mengambil posisi itu. Afi dianggap berbahaya bagi pengagum Rizieq Shihab dan penghuni bumi datar.










