ahok
Menelanjangi Kebobrokan
Bukan Bermaksud Membela Vero
Membandingkan Anies dengan Ahok
Dalam kegaduhan virus Corona di DKI Jakarta, yang dikatakan genting oleh Anies Baswedan, ia justeru “jualan” masker ke warga. Meski harga mahal, toh tetap diserbu pembeli. Dan Anies bangga mengatakan daya beli warganya tinggi. Jangan bertanya untuk apa APBD DKI Jakarta yang Rp 70 trilyun bagi warganya.
Si Otak Jongkok Menolak Ahok
Tapi Ahok bisa berbangga karena dialah penyelamat bangsa, kalau dia tidak di penjara Jakarta bisa merah menyala karena kekuatan para manusia penjual agama saat itu sdg dipuncaknya, dan kita tau siapa di belakangnya, ini drama dimana Ahok di korbankan karena bak Arung Palaka sedang berjaya dia bs memerintahkan siapa saja atas keinginannya.
Tragedi Kemanusiaan Jakarta
Strategi gila memakai agama sbg alat pengoyak kekuatan kebaikan yg nyata dari seorang Ahok sangat besar taruhannya, andai saja waktu itu posisi Ahok menang Jakarta bisa membara, dia kalah, sekaligus dia menjadi martir atas kelangsungan bangsa ini, dia di korbankan utk memuaskan nafsu durjana para setan pengendus yg rakus dlm kekuasaan dan kekayaan, hanya ada dua di benak kepala mereka kuasa dan harta, negara no lima.
Tuan Ahok...
Mempertanyakan Jokowi
Sebagaimana masyarakat dan Pemda Natuna menolak 238 WNI yang hendak dievakuasi ke Pulau Natuna, karena kekhawatiran terkena dampak penyebaran virus Corona. Senyampang itu, berapa orang atas nama HAM (juga diam-diam atas nama agama), meminta Pemerintah Indonesia memulangkan para kombatan dan korban ISIS dari Indonesia.
Ahok Keterlaluan
Cobalah lihat saking mau dibilang dia bisa kerja, dia jejer piala penghargaan seperti anak TK dapat juara lomba. Dan bentar lagi dia akan umumkan lewat toa yg dia beli untuk hura-hura. Banjir itu butuh pompa, bukan toa.
Ahok, dasar berotak besar ya dikasi kerjaan besar. Yang berotak dikit ya dikasi kerjaan yg cuma bisa di irit-irit. Ahok, pidato di pertemuan dunia di Dubai, eh sidia kerja bakti naik speda ke bekas sekolahnya.
Reuni 212: Mengenang Jasa-Jasa Ahok
Pada masa itulah, Ahok menguatkan program-program rintisan Jokowi. Mengembangkan program inovatif dan partisipatif. Mengajak masyarakat terlibat, dengan e-budgeting, rapat terbuka, pengaduan masyarakat langsung, program qlue. Bahkan mempunyai tim sendiri, terdiri anak-anak muda fresh graduate. Mereka semacam tim intelijen untuk mendapatkan data lapangan yang akurat.










