Gus Dur

 

Membicarakan Gusdur tidak akan pernah selesai. Banyak tokoh lain dibicarakan, tapi kalau soal Gusdur selalu melahirkan pemahaman baru. Mengingat Gusdur itu kontroversial, maka kejadian sebenarnya yang berkaitan dengan Gusdur baru tersingkap sesudah beliau tiada. Orang baru paham, o, dulu begini maksudnya.

Dalam bentuk lukisan juga begitu. Lukisan tentang Gusdur selalu diburu. Beberapa kali saya lihat dalam pameran, lukisan Gusdur sudah ditandai terjual. Biasanya saingannya lukisan kaligrafi Gusmus. Kalau Gusmus jelas, beliau pelukisnya, kalau Gusdur, beliau yang jadi obyek lukisannya. Yang melukis orang lain.

Ini menandakan, Gusdur itu dicintai. Padahal rata-rata lukisan Gusdur itu tidak murah. Namun karena cinta, berapapun dibeli. Ini karomah menurut saya. Atau setidaknya, ini ganjaran dari amal Gusdur di dunia. Gusdur selalu memberi manfaat, bahkan ketika sudah meninggal. Di sepanjang jalan menuju kuburan Gusdur itu para pedagang mengais rejeki. Ini bukti manfaat yang konkret.

Nabila Dewi Gayatri juga melukis Gusdur. Dulu dalam pameran di Jakarta (Hotel Sahid), lukisan dengan tema ulama NU pernah diadakan. Lukisan Gusdur salah satunya. Sekarang, tema serupa hendak digelar di Surabaya. Khusus Gusdur, ada beberapa yang dilukisnya. Tentunya ini baru bocoran dari pelukisnya, jadwal acara resminya nanti menyusul. Mungkin pertengahan Februari 2018.

Di sini, yang menarik menurut saya adalah komitmen untuk melukis habis-habisan. Saya tahu, Nabila itu tidak selalu dalam kondisi sehat. Namun kemauan untuk mewujudkan kecintaan melalui lukisan sangat luar biasa. Kadang saya yang sehat dan punya banyak waktu ini merasa malu. Apalagi tema yang diketengahkan adalah ulama Nusantara. Tema yang sedikit tidak umum.

Saya pikir pameran itu nantinya adalah momen yang baik bagi pengagum Gusdur (juga kyai Nusantara yang lain) untuk menguatkan ikatan. Apalagi jika memang mengoleksi lukisan. Karena bagaimanapun, Gusdur adalah milik Indonesia, milik semua umat beragama. Kita beruntung telah lahir sosok seperti Gusdur ini. Orang yang bersedia menerima siapapun yang meminta tolong kepadanya tanpa kecuali. Termasuk musuh politiknya.

Kajitow Elkayeni

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *