mustofa bisri

Gusmus, Gusku

 

Sumatera Barat memang mengubah cara pandang saya dengan sangat radikal. Saya jadi sangat kritis dan hobi berdebat. Saya kehilangan unggah-ungguh, kesopanan ala Jawa. Semua orang saya kritik, tak terkecuali Gusdur, Gusmus, juga kyai-kyai lain. Bacaan ayat kurang fasih, saya persoalkan. Pemaknaan kitab kurang fokus, saya permasalahkan. Ceramah kurang enak, saya cemooh. Setiap waktu saya menggerutu.

Dua Mutiara Ditengah Umat

 

Gus Mus mengatakan, bahwa para sufi terkadang setelah mengucapkan Allahu Akbar langsung pingsan, karena mereka mengerti, bahwa kalimat takbir ialah kalimat suci yang mana kita harus merendahkan diri dan mengecilkan diri ketika mengucapkan takbir. Bukan petantang petenteng merasa paling benar, setiap orang disalahkan hanya karena berbeda, apalagi takbir untuk demo. Allah ko di ajak kampanye.

Pages