Yusril Ihza Mahendra
Catat Yusril, Kami Muslim Tidak Tertekan
Malah ada oknum umat Islam yg menipu, korupsi, dan kriminal lainnya dengan berkedok pada agama Islam, catut Islam. Bukankah ini contoh umat Islam sangat bebas? Hingga kebebasan itu dimanfaatkan untuk hal-hal negatif, kriminal yg merendahkan citra Islam, menistakan Islam.
Umat Islam Indonesia Bahagia!
Umat Islam Indonesia Tidak Tertekan!
Kejenakaan 3 Profesor
Inilah Gagasan Tak Masuk Akal Yusril Ihza Mahendra
Oleh : Suci Handayani
Sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta, sudah sewajarnya jika para pesohor tersebut mulai bibrik-bibrik ( mengawali) dengan menawarkan sejumlah program yang akan diusungnya kelak dalam kampanye. Sudah biasa itu dan sah-sah saja, toh mereka pastinya sudah mempertimbangkan apa yang akan diusungnya nanti sebisa mungkin menarik perhatian warga Jakarta.
Ahok Mampu Ubah Tiga Perkara di Tangan Yusril Menjadi Tiket Menuju Gubernur DKI Jakarta 2017
Ketika Yusril Berambisi dan Mama Dedeh Berfilosofi
Oleh : Ryo Kusumo
Tentu bukan ucapan sembarang dari seorang Mahatma Gandhi ketika berucap: "Those who believe religion and politics are not connected, don't understand either".
Jika diterjemahkan tanpa google translate maka arti bebasnya, bahwa agama dan politik adalah berhubungan, siapa yang tidak percaya maka dia tidak memahami keduanya.
Yusril Bakal Calon Pahlawan Luar Batang
Oleh : Pebrianov
Yusril Ihza Mahendra pakar hukum dan pengacara hebat kali ini tidak main-main untuk ikut pemilihan gubernur DKI 2017. Banyak prestasi mengagumkan telah dibuat Yusril yang mengharumkan namanya di bidang politik dan hukum. Hal ini membuat lawan politik dan hukum "ketakutan" melawan dia. Dibandingkan Yusril, prestasi Ahok dibidang hukum tidak ada apa-apanya. Seujung kuku Yusril sekalipun Ahok tak bisa menyainginya.
Ambisi Yusril Manfaatkan Seluruh Partai Melawan Independen
Yusril Merapat Ke PDIP?
Oleh :Beni Guntarman
Manuver politik Yusril Ihza Mahendra untuk meraih tiket sebagai Cagub dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 tergolong nekat. Mungkin banyak hal yang menjadi dasar perhitungannya, salah satunya mungkin agar tidak tenggelam dalam kancah perpolitikan di tanah air. Mantan Mensesneg di zaman SBY ini adalah sosok kontroversial. Namun ia punya keahlian yang tidak banyak orang yang mampu menandingi keahliannya dalam Ilmu Hukum Tata Negara.










