ulil abshar abdalla

Ulil: Antara Cendekiawan dan Politisi

Saya berpendapat, tidak ada yang salah atau keliru pada sikap Mas Ulil itu. Menurutku, Mas Ulil juga tidak berubah. Ia masih tetap seperti yang dulu: sederhana, liberal-sekuler, pluralis, anti-konservatisme dan radikalisme, dan tentu saja, humoris karena memang "kultur NU" itu tidak bisa dilepaskan dari humor. Kalau ada warga NU yang tidak memiliki selera humor, kita patut mempertanyakan "kualitas" ke-NU-annya. Atau bisa jadi, mereka itu "NU mualaf" yang baru "masuk NU" he he.

Kepentingan Adalah Perekat

Oleh: Muhammad Ilham Fadli
 

Tadi pagi, seorang kawan mengirim SMS : "Buyung, Ulil Abshar Abdhalla satu kubu nampaknya dengan salah satu organisasi massa Islam yang selama ini benci dengan Jaringan Islam Liberal. Untuk Pilkada DKI, mereka seakan-akan kompak mendukung Sang Mayor muda nan ganteng itu. Bagaimana pendapat antum ?".

Biasa. Dalam politik itu lumrah. Yang terfikir sama saya cuma satu ....... Ahok begitu hebat. Mampu menyatukan Luna Maya, Aura Kasih dan Sopia Latjuba.. Ariel Noah saja tak mampu menyatukan mereka ....... kikikikiki.

Pages