Ulil: Antara Cendekiawan dan Politisi
Saya berpendapat, tidak ada yang salah atau keliru pada sikap Mas Ulil itu. Menurutku, Mas Ulil juga tidak berubah. Ia masih tetap seperti yang dulu: sederhana, liberal-sekuler, pluralis, anti-konservatisme dan radikalisme, dan tentu saja, humoris karena memang "kultur NU" itu tidak bisa dilepaskan dari humor. Kalau ada warga NU yang tidak memiliki selera humor, kita patut mempertanyakan "kualitas" ke-NU-annya. Atau bisa jadi, mereka itu "NU mualaf" yang baru "masuk NU" he he.


