orde baru
Kemarin Yang Pikun Titik Sekarang Tommy
Tahun 78 gerakan pelengseran buapakmu gagal, lalu buapakmu membalas dg pemberangusan media massa dan penangkapan 143 mahasiswa...
20 tahun kemudian sejak kegagalan tsb, barulah kami sukses melengserkan buapakmu... tapi dg mengorbankan ribuan rakyat tak berdosa.... TIM MAWAR IPARMU telah membunuhi rakyat dan menciptakan kerusuhan agar keluargamu bisa pergi sembunyi ditengah kekacauan....
Jalan Tol Jaman Orba Dan Saat Ini
Aku Dan Pancasila
Titik Soeharto - Kekejaman Rezim
12 Mei Saat Itu Di Trisakti
Berbeda pendapat silakan, tapi jangan korbankan saudara dan bangsa untuk kepentingan golongan. Hindari perbuatan melawan hukum, yang mana saat ini hukum sudah jauh lebih baik pelaksanannya dari masa lalu. Walau masih banyak kekurangan, adalah bagian dari tugas kita mengawasi dan memberi masukan, bukan merecoki.
Prabowo Lebih Berbahaya Dibanding Soeharto
Meskipun keduanya mempunyai sifat sama-sama otoriter tapi bisa dikatakan Prabowo lebih berbahaya dibanding Soeharto. Soeharto mempunyai pengendalian diri yang kuat dan penuh perhitungan sedangkan Prabowo mempunyai karakter yang sangat emosional dan pengendalian diri yang sangat rendah. Dia dengan mudah bisa mengumbar amarah dimana saja untuk sesuatu alasan yang sepele. Dan dalam melaksanakan rencananya pun Prabowo sering grusa-grusu dan tanpa perhitungan yang cermat.
Menjaga Indonesia
Rakyat harus trs menjadi pemilik negeri ini. Sistem demokrasi, Pancasila harus terus menjadi pengikat NKRI. Jangan biarkan diambil oleh para pemburu rente, yang meletakkan kepentingan rakyat di bawah sandalnya. Petani cengkèh susah hidup krn tata niaga menguntungkan seseorang, industri mobil, terigu, dan semua pojok dikuasai keluarga tertentu.
Petrus, Operasi Gelap Orba
Salah satu korban ‘Petrus’ yang selamat adalah Repo P Mila. Pria kelahiran 1934 ini menjadi incaran karena rekam jejaknya sebagai penjudi. Repo tinggal di Desa Supiturang Kecamatan Candipuro, Lumajang, Jawa Timur. Ia dijemput paksa oleh beberapa orang saat tengah malam. Dari rumahnya ia dibawa ke Jembatan Gladak Perak, lokasi yang biasa dipakai untuk eksekusi ‘Petrus’. Lokasi yang sama, juga dipakai sebagai lokasi pembunuhan warga yang diduga anggota dan simpatisan komunis pasca peristiwa September 1965.
Supersemar, TIket Masuk Orba
Prosesnya begitu luar biasa terencana, katanya CIA ikut jg disana, Soekarno dipaksa ke istana Bogor, dari sana Surat Perintah itu keluar yg isinya entah siapa yg mengarah, apakah benar Soekarno atau dia dipaksa menandatangani dgn tekanan, walahu a'lam bishawaf, hanya Soeharto, Yusuf, Amir Machmud dan Basuki Rachmad, mereka ber 4 dan berlima bersama Tuhan yg lebih tau pastinya, dan apa isinya.










