KPK
Mumtaz Raiz Nekad Telp Di Pesawat
Si bapak tukang nyinyir memang berhasil mengantar anak2nya berpendidikan tinggi dan yaah kliatan pada agamis gitulah...
Tapi dia gagal menjadikan anak2nya anak2 yang tau aturan dan tata krama...
Dia gagal menjadikan anak2nya jadi orang yang rendah hati dan menghargai orang lain...
Mungkin karna anak2nya meniru karakter dan sifat bapaknya yang yaa gitu deh...wkwkwkk
Siapa Dibalik Novel Baswedan dan Apa Agenda Dibaliknya
Nah, jika ini wajar semua, ya okelah berarti tidak ada masalah. Sebaliknya, jika hal itu tidak logis dan dianggap melanggar dari tatanan kerja yang sudah ada sekian tahun lamanya, maka artinya ada sebuah masalah. Sangat patut dipertanyakan, dipermasalahkan hingga diatasi masalahnya. Mengapa? Karena jika tidak akan menimbulkan preseden buruk bagi pengelolaan lembaga-lembaga negara yang ada.
KPK Baru: Kader Penggiat Kadrun
Dalam melihat permainan politik di Indonesia, kita musti hati-hati. Kenapa jaksa penuntut umum hanya menuntut penyiram NB satu tahun? Nasihat Einstein, kasih imajinasi dikit saja pada logika kita. Gimana kalau tuntutan ringan itu disengaja, untuk membangun jembatan, agar NB bisa dipakai sebagai alat mendelegitimasi Jokowi?
Mata Novel Baswedan
Pak Presiden, Mengapa KPK tak Dilibatkan?
Makin Gelap Mata
KPK, Negara dalam Negara
Padahal, pepatah Jawa Kuna menyatakan: "Power tend to corrupt, absolute power corrupt absolutely!" Apa maneh kekuasaan kang tanpa pepindhan, tanpa pengawasan, bebas sak-udele dhewe, independen-den-den. Sangsaya ngambra-ambra kemungkinan-kemungkinan penyalahgunaan. Lha, tapi, emangnya pernah, ada periode kepemimpinan KPK yang slebor, yang korup, yang terima suap? Lha, ya nggak tahu. Wong selama ini kita nggak pernah mendengar tentang laporan, audit, atau evaluasi mengenai KPK.
KPK Kenapa-Kenapa, Pikiran Kita ke Mana-Mana
Image kesucian ini makin meninggi karena kita meletakkan KPK dikesucian yg kalis akan kesalahan, kita sampai lupa KPK dihuni oleh manusia juga, yg setiap individunya punya nafsu, kepentingan, kelemahan, bisa salah, dan apa saja sifat manusia bisa ada disana. Hal ini dapat dimaklumi karena kita terlanjur tak percaya kepada lembaga Kepolisian dan Kejaksaan, yg lebih awal menyandang stigma kebobrokan.
"Kami Adalah KPK, KPK Adalah Kami" Mau Apa Lu?
Oleh : Stefanus Toni Aka Tante Paku
Dan berbagai argumen mereka paparkan dari mulai hal penyadapan yang mesti minta ijin pengawas, sampai tentang SP3 meskipun perlu, tapi batas waktu 2 thn bukanlah waktu ideal yang diberikan dalam mengungkap kasus-kasus mega korupsi yang cenderung sudah terkoordinasi dengan baik.
Hingga tentang data yang diberitakan oleh berbagai media mengenai trek records salah satu capim KPK yang telah banyak melanggar kode etik masih lolos.










