Haul

Tak Beradab, Majelis Sholawat Dan Haul Jadi Ajang Kampanye

ilustrasi

Sebab makin keruh suasana majelis sholawat dan haul tersebut, Habib Muhammad Novel Bsa terpaksa mengambil alih panggung dan memanggil pasukan Banser untuk kemudian menyanyikan mars Banser dan Yalal Wathon untuk menenangkan keadaan serta mengatur supaya tidak ada teriakan politik pada majelis ini.

Perusak NKRI Sudah Mulai Merasuk Acara Nahdliyin

Ilustrasi

Sebelumnya beredar video prabowo wudhu mendahulukan kaki kiri dan dengan tata cara wudhu yang ugal-ugalan, dalam fiqih syafi'i yang di kaji di lingkungan pesantren NU tata cara wudhu itu pelajaran dasar santri baru, artinya capres usulan habib rizieq yang di sepakati ijtima ulama sebagai capres yang lebih islam dari jokowi, capres yang lebih muslim dari kyai ma'ruf ini ternyata harus belajar tata cara wudhu yang benar lagi pada santri ibtida ( setingkat SD ) NU, baru kemudian belajar jawab salam, menyeb

Pengikut Ganti Presiden Kotori Haul Habib Ali Di Solo

Ilustrasi

Kedelapan, perkataan Habib Luthfi Bin Yahya tersebut tertuju untuk orang yang berteriak tadi, tidak ada kaitannya dengan Sandiaga Uno, Sahibul Haul atau yang lain, tapi justru yang beredar tidak demikian, melainkan berisi finah dan hoax yang memutarbalikan fakta.

Jokowi "Anti Islam", Itu Politisasi Konyol

Ilustrasi

Karena Jokowi menilai semangat yang tertuang dalam pemikiran Kiai Syamsul Arifin dalam berdakwah untuk bangsa dan negara, hingga pemerintah memberikan penghargaan tinggi kepada almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin berupa gelar pahlawan nasional pada tahun 2016 yang lalu. Selain itu, keberagaman dan kemajemukan Indonesia yang sampai saat ini masih terjaga dengan baik juga tak lepas dari peran serta almarhum Kiai As'ad Syamsul Arifin bersama para ulama lainnya.

Jokowi Yang Sopan dan Baik Hati

Ilustrasi

Saya yang berada tak terlalu jauh dari panggung, dapat menyaksikan langsung momen-momen penting itu. Para santri dan alumni terkesima, termasuk sebagian tokoh dan Kiai yang duduk di sekitar saya. 
"Ya Allah, cek sopanna pak Jokowi, buru sateya engkok nangale presiden engak reyah (Ya Allah, sopan sekali pak Jokowi, baru sekarang saya melihat presiden seperti ini)", KH. Abdullah Faqih berbisik di dekat saya, saat menyaksikan Jokowi merunduk merendahkan badannya di hadapan guru-guru saya.

Sewindu KH Abdurrahman Wahid

Ilustrasi

Gus Dur adalah satu-satunya Presiden dari sejarah Indonesia sebagai Presiden dengan predikat sebagai Ulama. Gus Dur mengajarkan kepada kita betapa pentingnya harga diri sebagai pemimpin untuk memakmurkan bangsanya. Gus Dur itu bagaikan Bambu. Lentur terhadap sesama manusia. Bahkan Gus Dur bisa memanusiakan manusia tanpa memandang ras,suku, dan agama. Siapapun kaum minoritas dan yang tertindas yang datang kepada Gus Dur, beliau siap pasang badan.

Pages