Gusmus, Gusku
Sumatera Barat memang mengubah cara pandang saya dengan sangat radikal. Saya jadi sangat kritis dan hobi berdebat. Saya kehilangan unggah-ungguh, kesopanan ala Jawa. Semua orang saya kritik, tak terkecuali Gusdur, Gusmus, juga kyai-kyai lain. Bacaan ayat kurang fasih, saya persoalkan. Pemaknaan kitab kurang fokus, saya permasalahkan. Ceramah kurang enak, saya cemooh. Setiap waktu saya menggerutu.



