Seseorang yang mengklaim paling berakal sehat, seharusnya mampu memahami Islam sebagai pilihan agamanya. Namun, ini tak terjadi pada RG. Beliau tetap pada aqidahnya. Faktor inilah yang bisa jadi, memuluskan perjalanan RG ke Gontor. Untuk apa?
Dalam konteks kontroversi ini bagaimana menafsirkan secara obyektif pilihan kiai pesantren dengan posisi lembaga?
Copyright © 2020,
