gatot nurmantyo

Ke Mana Gatot Nurmantyo Kini Berlabuh?

Tentu saja kita tidak akan lupa peristiwa politik yang menyeret umat islam sebagai pusaran di dalamnya, baik secara aksi politik berupa demo dengan ratusan ribu orang di Monas dan kita mengenalnya dengan gerakan 411 dan 212, maupun elektoral dengan menginspirasi kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atas Ahok, petahana sekaligus dianggap sang penista agama.

Gus Dur Ternyata Juga PKI? (Simpan Saja Telunjukmu)

Tapi kalau Para Laron tak tahu ya wajar. Karena seorang Jendral pun juga tak paham. Dalam sebuah siaran talkshow, sang Jendral getol menuduh semua kegiatan yg bertujuan melupakan PKI, sumbernya dari mana lagi kalau bukan dari PKI sendiri 

Usman Hamid, Direktur Amnesti Internasional Indonesia, yang hadir dalam talkshow itu, secara piawai membantah dengan data.

Ini Para Srigala yang Bernafsu Jadi Presiden

 

Negeri ini praktis berjalan satu kaki selama hampir 5 thn terakhir dalam kepemimpinan Jokowi. Bagaimana tidak, berjalannya roda pemerintahan nyaris sarat gangguan dari mulai DPR yg terus mengganggu dgn segala akal busuknya, belum lagi individu, ormas yg dikemas oleh tangan2 dibelakang layar. Konspirasi busuk berkedok agama, memakai simbol agama dgn mengangkat orang yg harusnya terhina malah dijadikan ulama.

Menyoal Masjid Dipakai Untuk Politik

Masjid yg ingin terjun k politik WAJIB mewarnai masjidnya sesuai warna partainya. Setidaknya harus ada lambang partai d dinding masjid. Agar umat tdk merasa tertipu.

Kalau secara global umat Islam cuma terbagi 2, Sunni atau Syi'ah, secara lokal nanti setidaknya umat Islam terbagi 16. Sesuai banyaknya partai peserta pemilu selanjutnya.

Poor General

Ilustrasi

PKS dan PAN sudah memiliki agenda tersendiri untuk pilpres 2019 nanti. Mereka tidak lagi sebagai "Yes Boss" tapi mulai menunjukan jatidiri kelompoknya. Apalagi Saat mantan Panglima TNI agak sedikit merapat kekubu mereka, itu seolah amunisi baru untuk mereka. Disisi lain PS pun seperti mendapat saingan. Disinilah awalnya kegamangan PS. Terlebih saat GN dengan percaya diri mengajukan diri sebagai capres bahkan menawarkan diri ke Partai Gerindra.

Gatot Nurmantyo-Tommy Winata Sahabat Sejati

 
Dialah Tomy Winata. Usianya 25 tahun ketika itu. Ke mana-mana naik sepeda motor, Tomy berjualan bahan bangunan dan mengerjakan pelbagai proyek tentara. "Ini Tomy, saya akan didik," ujar Edi, yang meninggal pada 2006, seperti dituturkan Gatot. Edi terkesan pada Tomy yang konsisten membela teman.

Benarkah Tommy Winata Penyandang Dana Gatot untuk Piplres 2019?

Tomy Winata, sementara itu, punya bisnis kian moncer. Ketika Edi menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat, pada 1988, Tomy membeli saham Bank Propelat. Semula, bank ini hanya dimiliki Yayasan Kartika Eka Paksi, yang berada di bawah TNI Angkatan Darat. Bank inilah yang menjadi cikal-bakal Bank Artha Graha, lini utama bisnis Tomy.

Pages