ferizal ramli
Kemunduran Islam Bukan Salah Al Ghozali
Oleh: Ferizal Ramli
Sebenarnya para penulis agung itu jika dimaknai secara proporsional maka akan bermanfaat bagi masyarakatnya bahkan kemajuan peradaban. Terlebih lagi jika masyarakat kritis memaknainya.
Saat Nietzsche menulis "Also sprach Zarathustra" tentang "Übermensch" atau "Superhuman", lalu oleh Hitler diartikan sebagai "Ras Arya Über Alles" yang membawa ke-mudharatan, maka segera oleh masyarakat Barat dibuat koreksi atas pemaknaan yang salah tersebut. Jadilah Jerman yang sempat fasis dengan "Übermensch"-nya, menjadi Jerman yang humanis.
Mantan Muslim
Agama dan Ilmu
Islam Agama Paling Cepat Punah?
Oleh: Ferizal Ramli
Miriam Liebmann gadis Yahudi yang kukenal saat kuliah di Uni Hamburg yang kubayangkan secantik Natalie Portmann, pernah terlibat diskusi serius denganku tahun 2006-an. Cantik sih banget, tapi klo sudah bicara Islam maka berubah menggebu2 "galak".
Saat itu aku sarankan sudah Yahudi ngalah aja deh dalam konflik Palestina. Beri konsensus sesuai maunya Palestina. Jika anda konflik terus pasti kalah deh. Lihatlah Eropa sekarang (konteks diskusi kami 2006 tepat 10 tahun lalu) tampaknya akan menjadi "Benua Islam".
Jenderal Prabowo, Mohon Kuasai Bukit Strategis, Genggam Gubernur DKI di Tangan Anda
Selamat Datang Jokowi di Rumah Toko KBRI Berlin
Oleh: Ferizal Ramli
Temen-temen di tanah air meminta aku untuk menulis cerita tentang pertemuan kami dengan Pak Jokowi di Berlin. Dikarenakan aku sibuk maka kutulis bersambung-sambung, berseri-2 secara berkala; kala sempat nulis, kala ada ide menulis dan kala ada mood menulis.
Alkohol
Oleh: Ferizal Ramli
Meskipun belasan tahun di Eropa aku dan keluarga nyaris tidak menyentuh alkohol. Alasanya sederhana: iya, kami muslim. Kami tidak sentuh minuman keras karena kami muslim!
Dalam meeting-meeting penting dengan customer dan client aku pribadi selalu memesan minuman non alkohol. Padahal umumnya semua minum wein yang tersedia yang notabene wein berkelas tersaji.
Bukan Orang Kaya Baru
Oleh: Ferizal Ramli
Saat itu bulan Oktober 2015 mulai dingin. Mendikbud Mas Menteri Anies Baswedan kutemani sekedar jalan-jalan sekitar Frankfurt. Mas Menteri mewakili Indonesia sebagai Negara Kehormatan dalam Acara Frankfurt BookFair yang akan membuka acara bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Jerman.










