Oleh : Haryo Notonagoro
Dulu ada ustadz yang bilang bahwa tape dan klepon itu haram, sekarang ada lagi yang bilang bahwa wayang itu haram, bahkan harus dimusnahkan.
Tape haram kalo kita makan tidak bayar,
Dan wayang itu juga haram kalo kita makan sekalian sama bambunya, berikut gamelan dan pelepah batang pisangnya.
Saat ada ustadz yang sodomi santri, diem.
Saat ada ustadz yang menghamili para santriwatinya, mingkem.
Saat ada ustadz main kekerasan, bisu.
Saat ada ustadz yang provokasi, setuju.
Sekarang giliran tape haram, klepon haram, ulang tahun haram, valentine haram, tiup lilin haram, musik haram, tumpeng haram, sungkem pada orang tua haram, hormat bendera haram, dan sekarang giliran wayang sebagai salah satu warisan leluhur budaya Nusantara juga ikut diharam-haramkan.
Kita semua, terutama di daerah-daerah tertentu ditanah air ini terlahir dan besar dilingkungan budaya tradisional termasuk wayang dan gamelan, dan tidak butuh halal dan haram dalam hal melestarikannya. Justru bagi orang-orang yang cerdas, pakem cerita dalam kisah pewayangan berisi tentang ajaran kehidupan, tentang hal baik dan buruk, untuk itulah dahulu para Wali terutama Sunan Kalijogo menggunakan pendekatan dalam berdakwah dengan mengadopsi budaya tradisional, dan salah satunya adalah wayang.
Belajar agama itu tidak melulu hanya tentang soal halal dan haram, tetapi bagaimana dengan beragama hidup kita bisa lebih bermanfaat bagi sesama, bagi kehidupan orang lain, bagi masyarakat, negara dan bangsa, terutama bagi agama dan kepercayaan yang dianutnya itu sendiri.
Siapapun yang ingin merusak apalagi ingin menghilangkan adat dan budaya Nusantara harus kita lawan, apalagi hanya segelintir bani pendatang yang mau mengacak-acak budaya bangsa kita, mereka tidak layak untuk hidup dan tinggal di bumi Nusantara. MEREKA INI YANG HARUS KITA MUSNAHKAN.
Sumber : Status Facebook Haryo Notonagoro











Comment