by

Toa Itu Bid’ah Karena Tidak Beretika

Oleh : Erizely Bandaro

“ Mengapa sekarang orang tidak suka suara keras Toa masjid. Tadinya tidak pernah dipermasalahkan. Hanya di era Jokowi, Toa dipermasalahkan.” Kata Sukri waktu di Lapau. Wajahnya nampak kesal. “ Ya lama lama orang yang tidak suka juga bisa protes. Wajarlah. “ Kata Mahmud, “ Akupun terganggu. Itu tadarusan pakai toa lagi. Gimana kita mau istirahat.” “

Yang terganggu itu orang yang munafik. Di bibirnya islam, tetapi sebenarnya musuh islam” Kata Sukri.“ Eh enak sekali kau bilang aku musuhi islam. Jangan mentang mentang kau pakai baju gamis dan berjanggut, semua orang yang berbeda, kau anggap musuh islam” “ Lantas apa lagi julukan yang pantas. Sudah jelas memeriahkan masjid itu harus pakai Toa. Kau tak suka itu.” Sukri. Udin diam saja. Tak mau ikut berdebat. Tetapi karena sudah mengarah kepada bertengkar Udin berusaha melerai.“ Sukri, jangan mudah sekali kau tersinggung.

Sabar. Kalaulah Nabi mensiarkan islam seperti kau ini tidak ada yang mau masuk islam. Maklumi keluhan orang dari sisi orang lain. Jangan dari sisi kau.” Kata Udin.“ Eh kau bela lagi. AKu sedang memperjuangkan syariat islam, sementara kau bela mereka yang anti islam.” Kata Sukri geram.“ Dalam islam tidak ada syariat untuk Toa. Bahkan suara Azan itu bukan ashlun min ushuluddin, bukan pokok-pokok ajaran agama . Apalagi pakai Toa.” Kata Udin.“ Nah dengar itu Sukri. Jangan semua kau angga syariah. Rusak cerita jadinya. “ Kata Dulah. Sukri terdiam“ Bagaimana dengan di Arab, Din ?

Tanya Dulah.“ Yang kudengar dari Datuk Darwis, Sejak 2015 silam Kementerian Agama Islam di Arab Saudi melarang masjid menggunakan pengeras suara di bagian luar, kecuali untuk adzan, sholat Jumat, sholat Idul Fitri dan Idul Adha, serta sholat minta hujan. Jadi tidak untuk sholat lima waktu. Bahkan selain masjidill Haram dan Masjid Nabawi, semua masjid harus lepas Toa nya. ““ Kenapa Din?“ Karena banyak keluhan warga ihwal volume pengeras suara yang terlalu besar.” Kata Udin“

Wah baru tahu kita. “ kata Mahmud.“ Apa dalilnya melarang pakai Toa? Tanya Sukri.“ Dalam hadith yang dirawikan Abu Dawud, bahwa Rasulullah SAW melakukan itikaf di masjid. Di tengah itikaf ia mendengar jamaah membaca Al-Quran dengan lantang. Rasulullah kemudian menyingkap tirai dan berkata, ‘Ketahuilah, setiap kamu bermunajat kepada Tuhan. Jangan sebagian kamu menyakiti sebagian yang lain. Jangan juga sebagian kamu meninggikan atas sebagian lainnya dalam membaca. Paham ya Sukri. “ Kata Udin.“ Tapi Toa itu syiar islam” Kata Sukri.“ Syiar yang baik itu bukan dengan suara keras tetapi dengan perbuatan cinta, menjaga perasaan orang lain dan saling berbagi.” Kata Udin. Semua tersenyum. Sukri terdiam dengan wajah masam.

Sumber : Status Facebook Erijely Bandaro

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed