Oleh: Kend Subiakto
Kita kenal FZ, RG, HH, PKS, dll adalah orang dgn mulut ” santun ” yg terus menyerang pemerintah adalah orang yg berfoto selfie dgn Kel Cendana.
Sudah selalu mereka melontarkan perkataan keji tanpa dasar, malah kadang fitnah. Syukur pemerintahan Jokowi ini bukan gaya Soeharto dan SBY, karena Jokowi memakai falsafah bahwa banyak orang bisa ngomong tapi gak punya otak.
Kini kembali anak emas PS yg memang sengaja didudukkan untuk menyerang pemerintah dari sudut ranah suara kadrun dan radikal.
Statement yg mengatakan bahwa pemerintah mendalangi terorisme ini suara kekejian yg luar biasa. Bayangkan kita di serang teroris, terus korbannya dikatakan teroris.
Tidak heran memang praktek seperti itu, tapi di era Jokowi ini bukan era orba. Kebetulan pagi ini di Jawa Pos kok ndilalah membahas genosida zaman Soeharto.
Judulnya jejak genosida di Tanah Rencong. Historiografinya sangat menarik,karena membahas ragam pembunuhan era orba yg luput dari perhatian kita, di antaranya:
1. Study Geoffrey Robinson soal pembunuhan massal di Bali. 1965.
2. Pembantaian Massal di Bali, I Ngurah Suryawan 1965.
3. The Killing session, A History of Indonesia Massacres 1965. Geoffrey Robinson.
4. Dalih Pembunuhan Massal 30 September 1965, John Rossa.
5. Study Jess Melvin soal Pembunuhan Massal 1965 di Tanah Rencong.
Khusus tentang Pembunuhan massal Tanah Rencong menurut Douglas Kammen adalah katagori Genosida. Kita paham arti genosida. Kasus di Aceh di perkirakan memakan korban 15.000 nyawa melayang.
Merinding membaca itu semua karena negara hadir DISANA, dan saat itu eyang Kakung Soeharto sebagai presidennya. Bahasan ttg itu sudah ratusan buku dgn file di seluruh perpustakaan didunia. Bahkan file Amerika yg sudah di buka setebal 4.800 atau 48.000 halaman mengungkap itu semua.
Statement FZ mungkin di Bayangi oleh kejadian itu, dan pemerintahan Jokowi mau disamakan. Ini sebuah pemikiran sungsang yg harus di lawan. Karena bila di biarkan perkataan bahwa teroris di ciptakan pemerintah ini bisa menjadi bola panas yg di tangkap dgn persepsi beragam. Dan bisa menimbulkan perpecahan anak bangsa yg sedang puber kedua.
Kini kita meributkan apakah soeharto sebagai komandan penyerangan 1 Maret atau bukan. Terlalu naif kita membicarakan peran itu di bandingkan peran atas kejadian keji lainnya. 1 Maret satu genosida hal lainnya yg lebih luar biasa biadabnya.
Sekarang harusnya FZ di tangkap minta dia menjelaskan apa yg di bacotkan. Karena sangat membahayakan.
Kenapa Gerindra membiarkan? tanya teman saya. Hehe Gerindra kan juga bagian dari orba yg di bungkus kepura2an, kita taulah mereka siapa hahaha..
(Sumber: Facebook Kend Subiakto)











Comment