Teori Ust Rahmat Baequni Tentang Iluminati Yang Menggelikan

Nah, kalau yang paling membuat saya geleng-geleng kepala tentu saja adalah materi soal pesawat yang menabrak gedung kembar WTC. Ustad Rahmat menjelaskan materi othak-athik gathuk menggunakan nomor penerbangan pesawat penabrak Q33NY, nomor yang kalau dibuka di MS Word dan font-nya diganti dengan Wingdings akan menjadi simbol pesawat, note kembar, tengkorak, dan bintang daud.

Materi tersebut bukan hanya cocokologi, tapi juga hoax kuno yang sudah berkali-kali dibahas oleh banyak orang dan menyebar lewat milis sejak tahun 2001 lalu.

Materi tersebut tak diragukan lagi hoax-nya sebab nomor penerbangan pesawat yang menabrak WTC adalah AAL11 dengan nomor registrasi pesawat N334AA, dan UA175 dengan nomor registrasi pesawat N612UA. Jadi ya nggak ada itu nomor Q33NY. (Silakan lihat http://en.wikipedia.org/wiki/Q33_NY)

Materi berikutnya, tak usahlah dibahas lagi. Apa yang bisa diharapkan dari materi konspirasi yang bahkan sudah jadi hoax sejak jaman Jin dan Jun. Lha gimana, Ustad Rahmat ini menyebut bahwa UFO adalah kendaraan pengintainya dajjal, Dajjal menyebarkan doktrin mata satu lewat film bajak laut Pirates of The Caribbean sampai tokoh Plankton di serial SpongeBob, sampai soal Olimpiade (termasuk juga Asian Games, PON, dan Porda) sebagai bagian dari usaha meneruskan penyembahan terhadap dewa Helios.

Ustad Rahmat boleh jadi memang menguasai ilmu agama yang cukup mendalam. Namun soal kemampuan menerima informasi tentang konspirasi, Ustad Rahmat bagi saya tak ubahnya seperti anak kecil yang pertama kali menonton video 3gp di hape Nokia 6600, dan kemudian sangat meyakini bahwa di salah satu belahan bumi, ada anak yang durhaka dan kemudian diazab menjadi ikan pari.

Kita yang Islam tentu percaya soal Dajjal, percaya soal hari kiamat, sebab itu memang merupakan salah satu rukun iman. Namun percaya dengan teori konspirasi, saya pikir itu hal yang jauh berbeda.

Ah, saya jadi ingat dengan sebuah quote dari seseorang yang nggak bijak-bijak amat: “Mabuk ciu surungane potil karo sagon, keser-keser sewengi, sesuk wis sadar. Tapi nek mabuk agama, surungane takbir, dikandani pirang-pirang tahun hurung mesti gelem sadar.”

Duh Gusti, paringono ekstasi…

Sumber : Status Facebook Rahmat Baequni

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *