Oleh : Agung Wibawanto
Terus belajar menata diri. Meski dalam kondisi apapun, tetap berpenampilan tenang dan selalu tersenyum. Mengapa? Agar selalu sehat lahir dan bathin. Pun, tidak menjadikan masalah baru (mungkin belum teratasi masalah yang tengah dihadapi, tapi setidaknya tidak menambah masalah). Itu yang saya bayangkan kepribadian seorang Nabi Muhammad SAW. Tidak mungkin seorang “pilihan” berwatak buruk.
Meski di tengah masalah berat yang mendera (terutama kepada pribadi beliau), Nabi tetap tawaduk. Ia tidak marah dan membabi-buta menyerang orang yang menyakitinya. Ia juga mengerem ucapan-ucapan yang berdampak menyakiti kepada siapapun yang mendengar. Ia juga tidak mengeluh meratap kepada sesamanya. Beliau menunjukkan sikap tegar, sabar dan tersenyum (bukankah senyum itu adalah ibadah?). Ia tidak mencoba menggalang perlawanan untuk dirinya. Ia lebih memilih sakit sendiri ketimbang membawa pengikutnya ke jalan sesat.
Semua masalah yang saya alami dan rasakan tidaklah sebanding dengan beban yang harus dipikul Nabi di masanya. Jadi tidak ada alasan pembenar bahwa saya diharuskan marah karena sedang menghadapi masalah. Tidak beralasan harus mencaci-maki ataupun menyebar kebencian kepada sesama. Tidak patut berkeluh kesah dan cengeng, karena persoalan saya cuma kecil. Tidak seujung kuku pun, dibanding Nabi yang selalu tenang. Jika saya mengaku sebagai muslim, maka saya harus percaya dan mengikuti teladan beliau Nabi Muhammad SAW. Meski tegas, beliau tidak mengajarkan kekerasan, menghujat apalagi menghakimi sesamanya.
Bila ada yang kurang berkenan atau membuat sakit hati, beliau hanya curhat kepada Allah SWT (berdoa dan memohon diberikan petunjukNya). Ia justru merangkul musuhnya, bukan menyamun. Karena mengajak ke jalan kebaikan lebih mulia ketimbang menantang perang. Pertanyaannya, jadi buat apa memaksa mau bikin reuni 212? Nabi tidak mengajarkan reuni, di zaman nabi tidak ada. Reuni yang dimaksud untuk angkatan berapa? Sekolahnya dimana? Nah, para pesertanya itu dah pada lulus belom? Jangan-jangan saat masa sekolah malah bolos main ke empang?
Sumber : Status Facebook Agung Wibawanto











Comment