Surat untuk Presiden Afganistan

Oh ya tuan, bolehkah kami mengajukan satu permintaan. Mungkin bagi tuan ini akan terdengar agak aneh dan konyol. Tapi bagi kami bisa jadi manfaatnya sangat besar. Kami ingin menukar pemuda kami bernama Zaadit Taqwa dengan gadis Afghanistan pembawa Merah Putih yang sedang kedinginan di pinggir jalan itu tuan. Meskipun keinginan ini bagi kami agak berspekulasi, karena kami gak tahu gadis itu namanya siapa, sekolahnya dimana, latar belakangnya apa dsb, tapi adab yang dimilikinya dalam menghargai sebuah negara dan pemimpinnya sudah lebih dari cukup. Pertimbangan kami yang lain, bahwa pemuda kami bernama Zaadit itu kok rasanya lebih cocok hidup di negeri tuan. Mulai namanya, afiliasi politik dan ideologi nya bahkan tokoh idolanya. Agar ketika hidup dinegeri tuan, dia jadi sadar dan pandai bersyukur bahwa begitu berharganya hidup damai bertoleransi serta memiliki pemimpin yang berdedikasi.

Perlu tuan ketahui juga bahwa pemuda yang kami tawarkan ini seorang mahasiswa di Perguruan Tinggi ternama lho. Sudah begitu, Presiden BEM pula! Bukannya saya tidak setuju dengan rencana Pak Jokowi untuk mengirimkannya ke Asmat. Saya cuma khawatir disana nantinya sedikit-sedikit dia mengeluarkan kartu kuning. Hanya karena dianggap orang Asmat kurang Syar’i (misalnya) lantas langsung di kartu kuning! Kan, repot tuan? Dan jika tuan agak keberatan, misalnya tukar tambahpun kami tak masalah. Silahkan dipilih tambahan nya. Ada Pak Fahri Hamzah yang mulai ikutan hobi main kartu, silahkan tuan bawa sekalian. Ada juga namanya Pak Fadli Zon yang ngomongnya selalu pedas, siapa tahu dinegeri tuan sedang krisis cabe, pedasnya omongan beliau juga bisa dimanfaatkan. Dan kalau masih kurang, kami juga ada stok seorang profesor namanya Amin Rais. Siapa tahu juga cocok. Tapi eiits.., tunggu dulu tuan! Maaf jangan dibawa dulu. Karena beliau masih ada nadzar jalan kaki Jogja-Jakarta yang belum dilaksanakan. Kasihan, karena melaksanakan nadzar hukumnya wajib. Jangan sampai kita dianggap menghambat kewajiban seseorang.

Sekian permintaan dari saya, seorang Rakyat Indonesia yang mencoba selalu bersyukur atas anugerah negeri yang subur dan kaya alamnya, damai dan toleransi umatnya serta kebersahajaan presidennya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Wassalamu alaikum wr wb.

*FAZ*

Sumber : Status Facebook Fadly Abu Zayyan

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *