Oleh : Thomy S Obrus
Nabi Adam a.s. diperkirakan hidup pada 4.000-5.000 tahun SM. Sementara kisah Ramayana yg berlatar belakang kejadian nyata, diperkirakan terjadi pada era yg jauh lebih tua lagi, pada 15.000-20.000 tahun SM. Di era Ramayana, manusia masih bisa berinteraksi dengan bangsa lelembut dan bangsa hewan, sebuah kemampuan “built-in” manusia yg kian memudar seiring perkembangan jamanBahkan di era sesudahnya, di era Mahabharata, ada perbedaan signifikan antara pola interaksi manusia-lelembut, ada sebuah gradasi yg nyata, dari era kakek sampai buyutnya.
Beda antara di era generasi kakek buyut Bhisma dimana manusia dan para Da Hyang masih berinteraksi, di era kakek Pandu Dewanata, di era anak Pandawa yg makin logis, di era cucu Gatotkaca & Abimanyu, dan sangat berbeda di era buyut Parikesit yg sudah 100% logis seperti manusia modern saat ini. Terkecuali pada era Nabi Sulaiman sekitar tahun 900 SM, dimana beliau saat itu adalah satu-satunya manusia yg memiliki kemampuan “kuno” seperti para leluhurnya puluhan ribu tahun lalu.
Makin modern manusia, makin dominan akal budinya, makin tumpul pula kemampuan manusia untuk menselaraskan kehidupan di 3 alam yg paralel:- alam rame (alam dunia)- alam lelembut- alam gaib. Teknologi makin maju, tapi sesungguhnya peradaban makin hancur, karena tidak adanya keseimbangan tadi. Ini yg mengantarkan manusia modern ke jurang kegelapan Kaliyuga. Saat ini, Kaliyuga sudah di ujung akhirnya. Berbagai pertanda dan fenomena alam makin banyak yg terjadi, mengiringi bangkitnya “kesadaran” para Ksatria yg akan bertugas untuk memulihkan keseimbangan “3 alam” tadi Atau dengan kata lain, bersiaplah untuk memasuki JAMAN BARU.
Para Ksatria itu sudah siap, karena sudah dipersiapkan selama ratusan tahun ini, lewat proses estafet antar generasi. Manusia dengan “ajaran budi” nya, akan dididik ulang untuk mampu memancarkan cahaya welas asih pada semua mahluk, dan menjaga keseimbangannya. Lalu apakah akan ada BENCANA BESAR mengiringi awal jaman baru itu? Apakah akan ada GORO GORO akhir jaman yg katanya bakal dipenuhi darah yg tertumpah itu? Satu hal yg harus diingat, Gusti Pangeran itu Maha Welas Asih. Maka para Ksatria yg ditunjuk NYA pun akan membawa cahaya welas asih, dan memangku harmoni alam, bukannya menghancurkan dan mengkiamatkan. Alias : Bencana dahsyat yg sering dibicarakan sebagian kalangan itu, tidak akan pernah terjadi
Gusti Maha Welas Asih
Sumber : Status Facebook Thomy S Odrus









Comment