by

Penanganan Pemulasaran Jenazah Sesuai Syariah

Oleh : Rizal Mumazziq

17 November 2020, saya kehilangan adik. Kemarin, 22 Juli 2021, giliran ibu. Rasanya berat. Sebab, keduanya selama ini yang menjadi motor motivasi dalam menjalani hidup. Tapi, takdir berlaku. Allah Mahaberkehendak.Rabu, sekira 10 hari silam, saturasi ibu saya menurun. Demam belum sembuh, juga mual. Oleh Mbak Dokter SasQa SasQa dan Mbak Dokter Adinda Putri Yusri Amrina disarankan ke rumah sakit.

Akhirnya, kami diantar Mas Irfanfaris ke RS Bina Sehat, Jember. Langsung ke IGD. Sempat antre, akhirnya kami mendapatkan ranjang. Setelah tes, ibu dinyatakan positif Covid. Akhirnya, setelah semalam menginap di IGD, kami dipindah di ruang isolasi. Satu pasien hanya didampingi satu keluarga. Tidak boleh keluar masuk. Akses diperketat.Satu ruangan diisi 3 pasien. Saat dirawat, nakes memperlakukan kami dengan baik. Obat dan nutrisi selalu ada. Oksigen juga selalu terpenuhi. Para perawat yang menggunakan APD juga selalu sigap membantu distribusi tabung oksigen ukuran jumbo di beberapa ruangan. Keluarga dan para sahabat juga tidak lelah memberi dukungan. Ada yang kirim buah-buahan, vitamin, madu, air suwuk, peralatan medis, dan sebagainya. Terimakasih Bunda Liliek Murtiningsih Mas Akhmad Ikhsan Mbak Inayah Anisah Gus Haidar Idris Mbak Alhimny Fahma Emza dll.

Saat mendampingi ibu, beberapa kali jenazah pasien Covid lewat di depan ruangan. Beberapa kali pula pasien yang sudah dinyatakan negatif, berpamitan sekaligus mendoakan kesembuhan pasien lain.Ketika dirawat, saturasi oksigen ibu naik turun. Tidak stabil. Demikian pula dengan gula darahnya. Kamis siang, sekira jam 12.10 WIB, ibu merasakan sesak. Saya dudukkan beliau, masih tetap. Akhirnya ibu minta tidur terlentang lagi. Saya atur posisinya. Nafas masih sesak walaupun dibantu oksigen. Saya mulai bingung dan mewek. Dalam keadaan ini, ibu minta saya membimbingnya dengan kalimat tauhid. Saya pandu melafalkan, Allah…Allah…Allah…

Setelah itu dalam sekali tarikan dan hembusan nafas berat, beliau berpulang. Innalillahi wa Inna Ilaihi Raji’un.Proses berpulangnya singkat saja. Tidak lebih 1 menit. Ini sesuai dengan keinginan ibu sejak lama, jika wafat tidak ingin menyulitkan anak-anaknya. Gusti Allah mengabulkan keinginan beliau. Proses kematian yang mudah dan indah dengan kalimat thayyibah.Ketika prosesi tajhizul mayyit, saya ikut sejak awal bersama adik saya, Rizqi Abadi . Secara administratif dan prosedural, mula-mula salah satu petugas menjelaskan kepada saya aturan hukum Islam dan hukum negara terkait pemulasaraan jenazah yang gugur akibat Covid.

Secara teknik, dua orang petugas perempuan yang disediakan oleh pihak RS Bina Sehat sudah menguasai kriteria perawatan jenazah secara Islam dan medis. Perawatan jenazah juga dilakukan secara Islami, baik secara etika maupun teknis.Kami semua juga menggunakan APD, masker, faceshield, sarung tangan lateks, dan sepatu bot. Setelah selesai mengkafani, dua petugas perempuan tadi berpamitan dengan simpatik sekaligus mendoakan dan memberi motivasi kepada kami agar sabar dan ikhlas.

Lalu, jasad ibu dimasukan ke dalam peti. Langsung dimiringkan dengan posisi menghadap kiblat. Jadi tidak benar jika posisi jenazah terlentang. Setelah itu salah satu petugas pria memimpin prosesi shalat jenazah dan disambung dengan doa. Bagus dan profesional. Saya lega. Artinya, dari sini, saya bisa membantah hoax yang selama ini beredar apabila jenazah yang gugur karena Covid-19 tidak dirawat dengan tatacara Islami.

Dari proses awal perawatan hingga prosedur pengantaran jenazah juga tidak ada pungli. Saya hanya mengeluarkan beberapa lembaran merah sedekah atas nama ibu untuk dua petugas ambulan sekadar ucapan terimakasih. Melalui tulisan pendek ini, saya mengucapkan terimakasih kepada para sahabat dokter yang sejak awal mengirimi kami alat medis dan nutrisi, serta memberi motivasi dalam merawat pasien. Juga kepada para tenaga medis yang sudah banyak membantu proses kesembuhan para pasien Covid-19.Terimakasih juga kepada para Banser Desa Jombang Ansor Jombang , satgas Covid-19, Polsek, yang turut serta dalam pemakaman ibu saya sesuai prosedur pencegahan Covid-19.Semoga Allah senantiasa memberi kesehatan dan keberkahan usia kepada kita dan segera menghilangkan pandemi ini. Alfatihah

Sumber : Status Facebook Rijal Mumazziq

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed