by

Negara Rasional

Oleh : Efron Bayern

Singapura menyatakan siap berdampingan dengan Covid untuk melanjutkan kehidupan normal dengan menganggap Covid adalah flu biasa. Singapura memutuskan lewat penghampiran ilmiah. Singapura rasional bahwa virus selalu ada termasuk coronavirus penyebab Covid19, meski suatu pandemi berakhir.

Apakah flu Spanyol 1918 hilang? Tidak. Namanya saja berubah. Pernah disebut flu burung, flu Rusia, flu babi, dlsb. Sudah sering menjadi epidemi. Penyebabnya sama: virus H1N1 dengan beragam varian hasil mutasinya. Sekarang saja selalu ada musim influenza A ketika suhu udara turun di mintakat empat musim yang menewaskan puluhan ribu orang setiap musim influenza.

Solusinya apa? Ya, vaksin! Lha itu mengapa ada orang mati sesudah divaksin? Sepanjang sejarah tidak ada vaksin yang 100% membuat antibodi. Tentu ada galat (error) yang diukur lewat ilmu statistik. Selama galat tak berbeda murad (non-significant difference) secara ilmiah terterimakan.

Nisbah (ratio) seroprevalensi semua vaksin covid saat ini berada di kisaran 90-an%. Misal sinovac 97%. Artinya 3 dari 100 orang divaksin tidak bisa membuat antibodi. Mereka akan tetap terinfeksi dan bahkan meninggal.Anda boleh benci kepada pemerintah Indonesia. Anda boleh memaki pemerintah. Akan tetapi kalau anda berkampanye anti-vaksin itu adalah kejahatan moral.MDS

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed