by

Motivasi Kerja Jangan Karena Uang

Oleh : Hendy Mustiko Aji

Ini perlu dibahas keknya, karena banyak manusia toxic bin pura-pura zuhud yang langsung memberikan judge aneh-aneh kepada orang yang bekerja karena motivasi materi.Nuduh cinta dunia lah. Mata duitan lah. Gak berfikir mengembangkan organisasi lah. Pembusukan internal lah. Wah sok zuhud banget dah pokoknya. Toxic positivity banget. Pret. Cepirit.

Apakah benar motivasi seseorang berkerja itu bukan karena uang, tapi karena faktor non-uang? Nah, sebenarnya dalam literatur ada teorinya nih. Klasik banget sih. Cuma saya coba membahasnya dengan menyesuaikan apa yang saya observasi dari kasus banyak orang yah. Menjawab pertanyaan di atas, jawabannya bisa Yes bisa No. Dalam artian, betul bisa jadi ada orang yang motivasi kerja bukan karena uang, tapi ada juga yang memang karena uang. Dua-duanya SAH, gak salah.

Kita bedah menggunakan dasar Theory of Human Needs Maslow deh ya. Kata Maslow, manusia itu akan cenderung memenuhi kebutuhannya secara berjenjang, dari yang paling dasar banget. Seseorang akan cenderung money-oriented dalam berkerja ketika kebutuhan dasarnya belum terpenuhi. Seperti kebutuhan makan, minum, dan rumah. Kalo sudah terpenuhi kebutuhan itu, manusia akan coba upgrade kebutuhannya ke level diatasnya. Yakni kebutuhan menikah, punya anak, dll. Sampai sini ketika orang ini money-oriented untuk memenuhi kebutuhan esensialnya maka hal tersebut manusiawi. Sangat manusiawi.

Tidak berarti orang tersebut cinta dunia, kufur nikmat, lalai akhirat dan tuduhan ala toxic bin pura-pura zuhud lainnya.Masih menurut Teori Maslow nih, ketika kebutuhan-kebutuhan dasar sudah terpenuhi, manusia akan mencoba mencari kebutuhan yang lebih tinggi lagi. Berupa pengakuan (self-esteem) dan aktualisasi diri (self-actualization). Pada level ini, betul bahwa orang tersebut bisa jadi gak lagi money-oriented tuh, tapi lebih non-monetary-orinted. Orientasinya lebih ke arah ingin mengabdi dan berkontribusi kepada masyarakat.

Lah wajar, wong kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Mau cari apa lagi? Orang macam Bill Gates kalo disuruh mengabdi jangan mikir gmn caranya beli rumah, ya mashook. Dia mesti langsung nyahut “Siaapp Bosque…!!” Lah orang lain yg belum punya rumah, terus disuruh jangan kerja dgn orientasi cari duit, disuruh kerja ikhlas, ya gemblung. TOXIC POSITIVITY tuh. Manusia toxic bin pura-pura zuhud cara berfikirnya ya aneh toh. Nyuruh seseorang untuk mengabdi, tanpa mempertimbangkan apakah kebutuhan dasar orang lain sudah terpenuh atau belum.

Biasanya nih ya, manusia toxic bin pura-pura zuhud seperti itu justru sudah terpenuhi kebutuhan dasarnya. Sudah punya rumah bahkan mobil mahal. Lu enak bisa nyuruh kerja ikhlas karena lu udah punya rumah dan mobil. Lah kite-kite ini bijimana? Sampai sini paham ya? Dalam teori lain disebutkan juga, bahwa pada keadaan tertentu gaji memang tidak menjadi pertimbangan paling utama bagi seorang pekerja. Yang utama itu lingkungan kerja yang supportif. Lingkungan yang menghargai effort dengan reward, ada nuansa kekeluargaan, saling mengangkat, sistem yang fair dan berkeadilan. Termasuk juga lingkungan yang Islami. Hal-hal di atas bisa menjadi faktor pemberat yang mengalahkan pertimbangan gaji. Ya tentu selama gajinya ini sudah memenuhi kebutuhan mendasar manusia tadi ya 😃 Cuma lucunya nih… Lucu banget ini mah.

Banyak terjadi di instansi manapun. Pimpinan toxic bin pura-pura zuhud nyuruh pegawainya kerja jangan orientasi materi, tapi suasana kerja gak dibikin nyaman tuh. Lingkungan kerjanya malah toxic juga tuh. Udah gaji kecil, lingkungan kerja toxic pula. Dah jadi toxic level racun Cobra itu. Terus giliran mau resign eh dikenain denda ratusan juta lagi. Wes toxic level racun Komodo dah tuh. Jadi gini, kerja orientasi uang itu manusiawi karena manusia itu butuh untuk memenuhi kebutuhan dasarnya yang paling mendasar. Secara manusiawi juga, manusia bisa beralih orientasi kerjanya ke non-materi nanti ketika kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Cara kerjanya gitu bosque. Kebutuhan dasar dipenuhi dulu, baru memenuhi kebutuhan yang lain. Kalo nyuruh orang kerja ikhlas tanpa peka apakah kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi atau belum, namanya bukan manusiawi, tapi Syaithonawi tuh. Jadi, jangan main asal tuduh mata duitan, cinta dunia, kufur nikmat, lalai akhirat gitu dong ah 😃 Semoga tercerahkan

Sumber : Status Facebook Hendy Mustiko Aji

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed