by

Mewujudkan Keadilan Sosial Di Jalan Raya

Setelah Ahok turun pamor Clue pudar. Laporan warga sampe sebulan tetap tak ditanggapi. Bahkan penggantinya memperkenalkan aplikasi lain yang tak jelas efektifitasnya.

SENIOR saya,  pensiunan redaktur yang sudah tak ada gajinya – baru pulang dari Dinas Pajak mengeluh bagaimana seisi rumahnya diketahui dan diselidiki agar taat pajak. Motor yang sudah lama dijual masih atas namanya dan lupa mengurus balik nama ke Samsat. Dan masih dipajaki. 

Seorang teman senior yang menjadi terperiksa di  kantor polisi atas tuduhan penggelapan uang koperasi dimintai keterangan sambil dimintai duit. Mula mula nyindir. Karena dicueki,  pura pura bego,  lalu oknum itu blak blakan.

Ini perkembangan baru yang perlu diketahui. Tak penting anda salah atau benar. Kalau Anda dipanggil dan diperiksa polisi,  Anda akan kena “gigit”. Bisa gigitan lembut, keras tajam dan melukai Anda. Luka dalam. Bikin trauma. 

Pastikan Anda bawa penasehat hukum. Karena di ruang periksa, kesalahan Anda akan dicari cari dan kalau Anda awam Anda akan dikoyak koyak. Taring mereka sungguh tajam.

Bukan rahasia lagi untuk me-“netral”-kannya dikenal dengan istilah “siram menyiram”. Pihak terlapor dan pelapor saling “menyiram”.

“Pihak sana ‘nyiram’ berapa? Kita musti ‘nyiram’ berapa ?!” begitulah obrolan di kalangan markus alias makelar kasus. 

Ini memprihatinkan. Jika dibiarkan akan mengarah kepada ketidak-adilan. Dan harus disuarakan serta  diperjuangkan. 

Tentu saja kita tak perlu jadi teroris karena ini. Apalagi bawa senjata ke kantor polisi dan cari mati.  
Tapi juga kita jangan diam. Kita tetus bersuara. 

Pejabat, pengusaha, politisi anggota dewan adalah  bagian dari rakyat juga.  Apakah mereka merasai betapa akuratnya hukum ditegakkan? Sebagaimana pengendara yang melanggar tanda penyebrangan jalan di lampu merah.  

TEKNOLOGi canggih yang mampu merekam aksi kejahatan harus dikembangkan. Tapi bersamaan itu penegakkan hukum kepada semua pihak juga harus ada hasilnya. Jangan menyasar ke rakyat saja. 
Ini adalah amanat sila ke lima kita : 
Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia ! **

Sumber : Status Facebook Supriyanto Martosuwito

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed