by

Memancing Rachland Nasidik

Oleh : Karto Bugel

Untuk sesaat, rasa “nggumun” itu lebih kuat dibanding perasaan yang lain. Meme, entah dari mana dia SS adalah jawabannya. Dia berbalas komen bukan dengan gagasan cerdas, alih-alih nalar seorang politisi senior yang patut ditiru. Dia miskin imajinasi. Lihat saja pada kolon komen pada link : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=609462427133767&id=100042100440357

Ketika kucoba berkunjung pada lapaknya sekedar ingin tahu lebih jauh seperti apa cerdas orang ini saat bernarasi dalam tulisan, rasa “nggumun” itu berubah menjadi maklum. Menjadi bisa dinalar dengan sebab akibat. Dia menutup ruang bagi orang lain komen (poto terakhir) Ahhh.. orang ini adalah tipe senang memukul tanpa siap dipukul. Orang ini adalah tipe tuan besar yang senang inspeksi. Itu sangat sinkron dengan jejak narasi tuan besarnya manakala “hai rakyatku” menjadi caranya berbicara.

Sekaligus, itu mengingatkan kita pada situasi abad pertengahan di Eropa di mana hubungan rakyat dengan penguasa berjalan searah. Tuan kepada hamba. Adakah hal kecil saja unsur bagus dapat kita ambil dari kelompok itu? Malas saya berdiskusi dalam debat mendidik langsung tercanang. Tak ada guna. Sia-sia saja bibir ini berucap manis manakala sorot mata menatap palsu.

Sumber : Status Facebook Karto Bugel

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed