by

Memahami Sesat Pikir Ahmad Zaki, CEO Bukalapak

Lantas apa hubungannya dengan anggaran Riset and Development yang dicuitkan Zaky? Ini kaitannya dengan prioritas Presiden, dengan visi misi saat kampanye, kaitannya dengan amanat undang-undang, kaitannya dengan visi misi kementrian, kaitannya dengan sejarah panjang system pendidikan yang didalamnya termasuk R & D. Apakah dianggap tidak penting? Jika masih ada yang bertanya begitu, suruh belajar logika. Apakah semua yang dianggap penting harus dianggarkan besar? Tahukah anda selain penting ada kategori mendesak? Ada pula kategori berdampak? Ada kategori bermanfaat bagi orang banyak? Atau kategori meningkatkan kesejahteraan misalnya?

Ada banyak kritik ke pemerintah namun perlukah dikaitkan dengan kata “omong kosong” dan “presiden baru?” Saya kira 2 hal itu yang menjadi concern. Dipikir ketika mendukung Jokowi saya tidak punya banyak kritik? Dipikir ketika eyang Jan Ethes jadi kepala Negara semua persoalan beres? Anda mau tahu apa yang belum beres di Negara ini? Saya sih bisa sebutkan tetapi apakah ketika saya berteriak-teriak semua akan selesai? Tidak. Kita harus faham dan mengerti sebagai rakyat. Pemerintah punya program, punya visi, punya arah, punya kebijakan yang semuanya sudah diatur. Silahkan protes bila memang melanggar.

Tapi ketika ada ketidakpuasan, haruskah kita tidak memilih atau nyinyir kepada beliau? Salah.  Mestinya kita melihat (terutama menjelang Pilpres), adakah kandidat lain yang bisa jauh lebih merealisasikan harapan-harapan kita? Atau malah mengubur mimpi-mimpi kita? Mengapa harus dikaitkan dengan Pilpres? Yak arena apa yang kita lakukan berdampak atau akan berefek pada nasib 280 juta rakyat Indonesia, atau setidaknya bagi keluarga kita sendiri dimasa mendatang.

Jadi tidak setuju boleh tapi nyinyir jangan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed