by

Keresten Badrun

Oleh : Agoes Ibrahim

Sebagaimana Badrun di seantero jagat, seorang Badrun Amerika Serikat yang mengolok-olok vaksin Covid-19 di media sosial, telah meninggal dunia setelah sebulan berjuang melawan virus corona. Semasa hidupnya, Stephen Harmon yang aktif sebagai anggota Gereja Hillsong di California dikenal vokal menentang vaksin Covid-19. Dia bahkan melontarkan sejumlah candaan sarkastis soal vaksin tersebut. “Saya punya 99 masalah, tapi vaksin bukan salah satunya,” cuit Harmon semasa hidupnya kepada 7.000 pengikutnya, Juni lalu.

Namun, belakangan pria berusia 34 tahun itu dirawat setelah mengidap pneumonia dan Covid-19 di sebuah rumah sakit di luar Kota Los Angeles.Dia mengembuskan napas terakhir pada Rabu (21/07)…

_____Bagaimana dengan badrun yang di Indonesia ? Sami mawon.. Tapi mereka lebih cerdas daripada saudaranya yang di Amrik. Ambil contoh pdt Philip Mantofa. Dia koar-koar, ga takut covid, bahkan beri contoh dengan memeluk beberapa jemaat tanpa pakai masker. Tapi… dia juga yang paling duluan minta divaksin..😁

Ada juga dari Sumut, yang koar-koar anti vaksin, suruh followersnya tolak divaksin karena itu proyek nya Antikris. Tapi dicek seorang teman di situs Kemenkes, ternyata dia sudah vaksin duluan… Waktu dikonfirmasi teman itu di kolom komen postingannya, bukannya dijawab, eh…si teman ini langsung diblokirnya….

Mantemanku semua.. Anda jangan mau dibodohi pakai agama… Mereka yang koar-koar anti vaksin, semuanya penipu yang cari panggung !Mereka mau tunjukkan bahwa mereka yang paling paham isi alkitab, bahkan mereka pamer dirinya hebat, tak terjamah covid.. lalu manteman semua terpukau.. Padahal dengan liciknya mereka duluan divaksin.. Dan anda yang percaya pada bualan mereka, sekarat dihajar covid. Paham kan ? Yuk, kita tinggalkan mereka dan berbondong-bondong mendaftar untuk divaksin.Biarlah yang bodoh dan bebal binasa dengan pilihannya…

Sumber : Status Facebook Agoes Ibrahim

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed