Jangan Jadi Penghalang Hijrahnya Saudaramu

Suatu siang di sebuah kajian rutin yang diadakan oleh sebuah sebuah organisasi keislaman.. 
 
Seorang remaja melangkahkan kakinya kesana. Sudah lama sebetulnya ia ingin mengikuti kajian di sekolahnya. Ia merasa… ada yang berbeda dengan dirinya. Ia tahu ia berjenis kelamin pria. Tapi entah mengapa ia sangat suka dengan hal hal berbau wanita. Bahkan, ia suka mendadani wajahnya hingga tampak cantik jelita layaknya wanita. Ia merasa bahwa sesungguhnya jiwanya adalah wanita. Namun di satu sisi, ia merasa tak nyaman dengannya. Apalagi beberapa orang menjulukinya ‘banci’ lantaran pembawaannya yang lemah gemulai sekali. Hingga ia memutuskan untuk mengikuti kajian ini. 
 
Namun sayang, ia justru dihardik saat hendak melangkahkan kakinya. Katanya, 
 
“Dasar banci. Orang kayak kamu tu kotor. Nggak usah ikut disini lagi.”
 
Kata yang lainnya, “Duh, jauh jauh deh dari kami. Kaum nabi Luth kayak kamu nanti bisa nularin kami.”
 
Remaja itu tertegun. Ia sakit dan kecewa melihat beberapa justru menghardiknya. Padahal ia datang untuk mencari jawaban atas kegelisahan hatinya. 
 
Beberapa tahun kemudian, tersiar kabar bahwa ia betul betul menjelma menjadi wanita. Ia menghabiskan ratusan juga untuk mengoperasi kelaminnya di Thailand sana.
_________
 
Duhai, Sayang. Pernahkah kau bersikap demikian? 
 
Memberikan komentar-komentar menyakitkan pada seseorang yang baru saja memulai tangga hijrahnya? Menghardik mereka meski hanya lewat lirikan tak suka hanya karena mereka berpakaian berbeda? Padahal mereka datang dengan penuh semangat untuk memperbaiki diri mereka, namun semangat itu kau padamkan dengan lidah dan sikapmu yang merasa bahwa kau lebih baik dari mereka. Padahal, bisa jadi secara pakaian memang kau lebih sempurna. Tapi di hal lainnya, ternyata mereka jauh lebih baik dari yang kau duga.
 
Duhai, kawan. 
Berhentilah bersikap demikian. Hargai setiap perubahan yang ditunjukkan seseorang. Kita tak tahu bahwa bisa saja perjuangannya untuk menuju perubahan tersebut teramat berat. Mulai dari kehilangan pekerjaannya, teman-temannya, mungkin juga keluarganya. Tak sepertimu yang begitu mulus jalanmu untuk menuju syar’imu. 
 
Duhai teman. 
Bisa jadi komentar nyinyirmu, atau lirikan tanda tak sukamu menjadi penghalang hijrah saudaramu. Bisa jadi ia memilih untuk berhenti saja lantaran lidahmu yang begitu pedas menghakiminya. Padahal jalan untuk hijrahnya tinggal selangkah saja. 
 
Bagaimana kelak di akhirat kau akan menjawab ketika ada satu baris di buku catatan amalmu yang menyatakan bahwa lidahmu sering menjadi penghalang hijrahnya saudaramu? 
 
Jadi duhai sayang.
Mari sama sama hargai tiap perubahan. Tetaplah pula menebar kebaikan tanpa merasa engkaulah yang paling baik di antara semua orang.
___________
 
“…. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan bijaksana dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. (Terjemahan Q.S. An-Nahl: 125)
Sumber : Group Whatsapp

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *