by

Iklan Itu Menyakitkan

Oleh: Kend Subiakto

Di perumahan kami sudah zona hitam, semalam 2 RW sudah 70 an oran yg isoman. Kami sibuk mencari oxygen, membantu dana operasional RW, saling membantu semampunya.

Pagi ini saya bangun melihat iklan Jawa Pos di satu halaman belakang Puan Maharani sang ketua DPR RI nampang dengan kalimat himbauan umum yg tidak lebih baik dari himbauan MUI yg standar. Ini masa pandemi, trend corona virus gelombang kedua sedang menanjak, nafas rakyat sedang sesak dihimpit was-was covid19, PHK kerja, kekurangan pangan, ekonomi memburuk, belum lagi politik tak berakhlak njeplak seenak jidatnya kontra produktif dengan pemerintah yg sedang terengah.

Kita tau selepas Ganjar dipacul Bambang, gak lama baliho Puan ada dimana-mana, sekarang iklan koran di tengah pandemi. Kalau saja pakai hati nurani, Puan itu kan ketua DPR RI, masak lupa arti Dewan Perwakilan Rakyat, jutaan pendukung suara yg mengusungnya masuk istana Senayan yg menawan dengan populasi penyelewengan yg kerap terjadi, bak mengambil uang di celengan.

Rakyat ini kan sedang sakit, mbok ya berempatilah dikit, kalau gak bisa ngirim duit, minimal bilang ” prihatin ” itu sudah lumayan daripada nampang diiklan pakai himbauan, jadi kesannya kekanak-kanakan.

Mbak Puan jangan terbuai oleh rayuan para penjilat yg selalu mengatakan bahwa anda mampu untuk maju, karena rakyat yg akan menentukan mau atau tidak dipimpin perempuan yg rekam jejaknya pas-pasan. Anda masih kalah jauh, jauh dibawah Sri Mulyani, Retno Marsudi, DR. Connie Rahakundini, dst.

Mereka bekerja sesuai porsinya tidak melompat diluar kapastitasnya. Hati-hati mbak Puan, orang Batak mengatakan ; Kau lebih baik dimaki karena dilihat kerjamu tak terpuji, daripada kau dipuji dengan kualitasmu yg dibenar-benarkan. Karena pujian yg dipaksakan itu menjerumuskan.

Carilah tim kampanye yg kredibel, ini kan masyarakat sedang bingung, berkabung, perutnya kembung. Mereka butuh nasbung bukan iklan segunung, jadi nambah bingung. Kalau saja tim kampanyenya kredibel, timingnya gak tepat bisa mbak Puan yg di umpat.Maaf ini kritik ya bukan syirik, hati-hati melangkah, kalau salah bisa masuk tempat sampah.

Berbuat kebajikan saja saat ini disaat pandemi lagi tinggi, gak salah kok nyumbang tabung oxygen pakai gambar mbak Puan seperti PKS, jadi jangan dandanan yg ditata ditengah rakyat yg sedang menderita. Masak PDIP kalah dengan Budha Tzu Chi.

Bantu saja Jokowi pasti anda terpuji, tapi kalau kesannya menyaingi, anda pasti jadi kartu mati.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed