Oleh : Muhammad Abdullah Ade.
Awalnya saya sebagai pengurus DKM di Kantor sudah curiga ketika marketing BWA (Badan Waqaf Al Qur’an) datang mengajukan permohonan donasi dana, yang katanya untuk membuat Al Qur’an dan nantinya akan dibagikan ke daerah terpencil. Ketika saya tanya latar belakang BWA, ternyata dia jawab ketua umumnya Hari Mukti (Rocker yang mendadak jadi ustadz), berhubung dia meninggal dunia, maka posisinya sudah digantikan orang lain (namanya saya lupa).
Sebagai penggiat Media Sosial, saya paham betul siapa Hari Mukti, yang sampai detik-detik sakaratul mautnya, masih mengajak untuk mendirikan Khilafah HTI. Berdasarkan kecurigaan itu, saya bilang terus terang sama si Marketing BWA, bahwa kalau terbukti BWA itu kepanjangan tangan HTI, saya akan tegas menolak kedatangan mereka lagi ke Kantor tempat saya kerja.
Si Marketing BWA menjawab bahwa mereka bukan proxynya HTI. Terus saya bilang, kalau begitu, buktikan dana yang pernah mereka dapatkan dari DKM tempat saya kerja, disalurkan sesuai tujuannya. Kurang lebih satu minggu, si Marketing BWA mengirimkan Video-video kegiatan mereka, ke WA saya. Tidak lama setelah itu, saya terima informasi dari rekan Kantor, bahwa ada Marketing BWA (beda orang) di perusahaan dekat perusahaan saya, ketahuan sebagai kader HTI.
Kemudian saya cross check ke Marketing BWA yang pernah datang ke Kantor saya, ternyata benar, mereka saling mengenal #Gusti_Allah_Mboten_Sare
#HubbulWathonMinalIman
Sumber : Status Facebook Muhammad Abdullah Ade











Comment