by

Cara Hidup, Perilaku, Menghadapi Masalah Tiap Generasi Berbeda

Oleh : Al Fatin

Kelahiran ’80, orangtuanya kelahiran 1950-1965

Kelahiran ’90, orangtuanya kelahiran 1965-1975

Kelahiran ‘2000, orangtuanya kelahiran 1975 – 1985

Generasi 80 – 90 an dididik oleh generasi yang lahir di kisaran 1955 – 1975.

Itu adalah masa2 terberat sejak Indonesia merdeka.

Geger RIS, G 30S PK*I, Tritura, Krisis ekonomi yang berujung infalasi 700 %, dan scenering mata uang, tumbangnya demokrasi terpimpin, awal orde baru, Petrus, dll

Makanya, orang-orang yang lahir di zaman itu kuat sekali. No menye2 klub.

Dari tangan mereka bisa menghasilkan generasi 80-90 an yang kuat dan tahan banting.

Nah saat generasi 80-90 an jadi orangtua, mereka ingin “balas dendam” atas segala ketidaknyamanan yang mereka rasakan saat tumbuh besar dulu.

Hasilnya?

Generasi 2000-an tidak bisa berdamai dari rasa sakit, karena tidak dikenalkan.

Semua serba mudah. Dan itu membuat insting bertahan hidup mereka tidak terasah.

Jadi, baru sakit sedikit, langsung drama !

Ga sepenuhnya salah mereka sih.. Ortunya yang kurang “jahat.”

Tidak membiarkan jiwa survival anaknya terasah.

Perkara buku anak dirobek guru aja langsung ngamok ke sekolah.

Padahal, selama ga ada kontak fisik, biarkan anak menghadapi dan menyelesaikan luka nya.

“Ngga tega. mba.. kasian.”

Ya itulah problem parenting zaman now.

Ingin anak kuat, tapi ga dibiarkan merasa kesulitan.

Ya sama aja berharap pisau tajam dengan sendirinya, tanpa diasah.

Mimpi banget…

Sumber : Status Facebook Al Fatin

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed