by

Bodoh, Buat Kita Seperti Tak Beragama, Berkemanusiaan dan Beradab

Oleh : Salmin Khan

Selama ini kita sering mendengar sebuah kalimat yang menyatakan jika syarat jadi kadrun itu harus bodoh. Kalimat ini tampaknya kasar. Tapi setelah diresapi ternyata tidak sekasar yang kita bayangkan. Kalimat itu ternyata memang benar adanya mengingat selama ini kadrun begitu percaya diri memamerkan kebodohan demi kebodohan yang ada dalam dirinya. Yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Semua dibolak balik menunjukkan kaum ini memang benar-benar gagal berpikir dalam hidupnya.Tapi tak cukup sampai di situ.

Jadi kadrun ternyata tak cukup harus bodoh. Hari ini saya membuktikan jika jadi kadrun ternyata juga harus jahat. Kenapa saya memakai kata jahat???Sekarang mari kita renungkan. Bulan puasa yang suci dan penuh pengendalian diri ternyata tak mampu mengubah sedikitpun prilaku buruk gerombolan kadrun ini. Hati yang penuh dendam dan kebencian masih saja terus mereka umbar di bulan yang penuh rahmat dan ampunan. Hoax, fitnah dan provokasi masih juga mereka lakukan di bulan suci ini.Tragisnya, kadrun menyebarkan hoax, fitnah dan provokasi tak perlu menunggu buka puasa lho.

Sembari sedang berpuasa menunggu jam berbuka, mereka tetap giat memproduksi hoax, fitnah dan narasi-narasi sarat provokasi. Parah banget kelakuannya.Bulan puasa atau bukan bulan puasa sama saja bagi mereka. Pamer kebodohan serta kejahatan tetap jalan terus. Gas pol ngga pake rem.Dan inilah memang fakta yang terjadi. Setelah beberapa waktu lalu kita dihebohkan dengan kasus fitnah babi ngepet di Depok, sekarang giliran babi panggang yang sedang viral. Ternyata babi adalah makhluk ciptaan Tuhan yang sangat menarik di mata kadrun. Wekekeke…..Bipang Ambawang, kuliner olahan babi khas Kalimantan Barat yang mendadak viral setelah dipromosikan Presiden Jokowi dalam pidatonya berkenaan dengan peringatan Hari Bangga Buatan Indonesia 5 Mei 2021.

Sebetulnya tak ada yang salah dengan pernyataan Jokowi yang sedang mempromosikan berbagai macam produk kuliner dalam negeri termasuk menu babi panggang. Sebagai bapak bangsa, Jokowi mempromosikan kuliner Indonesia secara keseluruhan tanpa ada sekat SARA.Jokowi sedang mengendorse makanan khas di seluruh Indonesia. Tidak ada salahnya ketika Jokowi mengendorse Bipang Ambawang. Bahkan Jokowi harus mengendorse seluruh makanan khas di Indonesia.Akan jadi salah jika Jokowi mempromosikan Bipang Ambawang untuk dibeli umat Islam. Faktanya Jokowi tak pernah menyampaikan ajakan yang seperti itu. Lalu masalahnya di mana bisa jadi heboh seperti ini???

Masalahnya di Indonesia ini ada kaum kadrun yang sangat membenci Jokowi. Kadrun juga tak suka kebhinnekaan. Jokowi bertindak apa saja selalu salah di mata mereka. Keberadaan minoritas yang berbeda SARA dengan mereka juga dibenci oleh mereka. Yang seagama tapi cinta perbedaan juga tak disukai mereka. Semua yang tak sama dengan mereka itu kafir dan haram. Tapi begitu berbau kearab-araban, mau salah atau benar ya tetap benar di mata mereka. Itulah kadrun Indonesia.Jokowi yang mempromosikan beragam kuliner untuk semua kalangan masyarakat jadi dianggap sedang menawarkan kuliner babi panggang untuk umat Islam.

Tak ada kata lain yang bisa mewakili pemikiran kadrun yang seperti ini selain kata bodoh dan jahat.Kebodohan saat kadrun merasa mudik lebaran hanya berlaku untuk umat Islam saja, sementara saat libur Paskah, Kenaikan Isa Almasih dan Natal kaum ngamukan ini juga ikut menikmatinya. Coba nanti kita buktikan sendiri, saat menjelang Natal, siapa saja yang ikut heboh belanja ini itu memanfaatkan diskon Natal di toko dan mall yang ada.Bodoh dan jahat saat kadrun merasa tanggal 13 Mei 2021 yang sebentar lagi akan datang sebagai harinya umat Islam saja, sementara kalender sudah jelas menuliskan di tanggal itu Hari Raya Idul Fitri diperingati bersamaan dengan Hari Kenaikan Isa Almasih. Berbagi hari dan tanggalan saja tak mau.

Sejahat itulah kadrun selalu merasa Tuhan dan surga hanyalah milik mereka sendiri. Kavling di dunia dan di surga semuanya milik mereka. Tak mau berbagi lahan dengan kaum minoritas yang ingin beribadah dengan tenang di negeri ini sudah menjadi makanan sehari-hari di negara yang katanya menjamin semua warga negaranya untuk beribadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Welcome to Indonesia.

Memprihatinkan sekali ya membahas kelakuan kaum yang bodoh dan jahat ini. Untungnya Tuhan itu Maha Asik. Tuhan tak pernah mengijinkan kebaikan dikalahkan kejahatan. Sekalipun kadang harus melalu jalan panjang yang berliku bahkan berduri, kebaikan pasti mengalahkan kejahatan cepat ataupun lambat.Hal inilah yang sering dilupakan kadrun. Semakin mereka membenci Jokowi yang tak pernah membalas kebencian dengan kebencian, semakin banyak doa dan cinta tercurah untuk Jokowi. Semakin kadrun menzolimi orang-orang yang tak sama dengan dirinya, pembelaan Tuhan justru nyata dalam diri orang-orang yang diperlakukan secara tidak adil ini.

Jokowi yang selama ini berdiam diri saat dihina sebagai pribadi yang anti Islam, rezim setan, iblis, komunis dan berbagai macam sumpah serapah lainnya justru makin berkibar namanya masuk dalam jajaran 12 Tokoh Muslim paling berpengaruh di dunia.Begitu juga sekarang dengan Bipang Ambawang yang jadi makin viral saat dijadikan sebagai alat untuk memfitnah Jokowi. Bipang Ambawang jadi makin banyak dicari dan dikepoin orang. Otomatis omset penjualan jadi meningkat.Promosi babi ngepet sudah, promosi babi panggang juga sudah. Next promosiin Babi Guling Bali juga ya Drun. Makasiiiiiihhhh…….

Dari kebodohan dan kejahatan yang terus dilakukan kadrun akhirnya saya bisa mengambil kesimpulan. Kebenaran tidak butuh pembenaran dari manusia siapapun itu. Meski ditutupi, kebenaran akan terlihat kembali pada saatnya nanti. Kebenaran selalu bisa menemukan jalannya sendiri. Aamin ya rabbal alamin,

Sumber : Status Facebook Salmin Khan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed