anies

Di Bawah Bayang-Bayang Ahok

Ilustrasi

Belum lagi pengamatan kritis dari para pendukung Ahok. Apapun yang dilakukan Anies pasti discrutinized habis2an. Sangkaan korupsi akan menghantui setiap geraknya. Berbagai macam tuduhan siap menerkam dalam setiap pengambilan keputusannya. Bila sampai ada standard yang menurun dari masa2 Ahok, siap2lah mendapat bullyan bertubi2. Bahkan tidak menutup kemungkinan munculnya hoax untuk mendiskreditkan pencapaian Anies.

Puasa Medsos, Rasain Lo!

Dia juga diam saja ketika selebaran berbau rasis melebar kemana-mana. Anies pun cuek ketika Tamasya Al Maidah yang bergaya provokatif dan intimidatif itu dilakukan. Bahkan Anies sering menggunakan masjid untuk kampanye terselubung. Padahal dia tahu, UU melarang menjadikan tempat ibadah sebagai sarana kampanye.

Kenapa dilarang? Karena akal sehat kita mengatakan, menjadikan ibadah sebagai sarana kampanye politik, apalagi berbentuk provokatif, akan meninggalkan luka dan konflik dalam diri umat.

Selamat untuk Pak Prabowo

Kepada Bu Mega, tidak perlu berkecil hati dan ngambek meskipun jagoannya (untuk sementara) kalah. Demikian pula dengan timses dan fans, tidak perlu meratapi kekalahan. Biasa-biasa sajalah. Kita harus suportif. Sebagai seorang demokrat (meskipun bukan Partai Demokrat), saya mendukung siapapun yang pada akhirnya dipilih oleh mayoritas rakyat. Itu adalah konsekuensi demokrasi.

Masjid Salib; Propaganda Busuk yang Tak Masuk Akal

Menjelang periode kedua saya bertemu lagi dengannya. Saya melihat di pagar rumahnya ada keterangan TPS. Kebetulan saya bawa teman. Setelah berbasa-basi sebentar, saya membelokkan pembicaraan, "Di depan ada tulisan TPS, Mau (diadakan) di jalan ya Pak?"

"Bukan." Balasnya. "Ya di sini." Kepalanya menunjuk lokasi parkiran mobil.

Pilkada Unyu Unyu

Pilkada 2017, isu agama lebih gila-gilaan lagi. Kebetulan PKS lagi. Dari Zakir Naik sampai Raja Salman. Dari Aa Jim sampai Aa Gatot ikut meramaikannya. Hary Tanoe yang dulu diteriaki Rizieq "babi". Sekarang orang yang meneriaki dan diteriaki Babi duduk bersama mendukung Anies calon PKS. Isunya itu itu juga. Gerombolannya itu itu juga. Yang koplak itu itu juga. Yang anarkis itu itu juga

Empat Ilusi Pertanyaan Komunitas untuk Jegal Ahok, KPUD Bermain Lagikah?

Saya mencium bau anyir yang sangat busuk. Jangan-jangan ini semua “mainannya” KPUD DKI? Jangan-jangan ini setting dan by designed dari KPU untuk mementahkan program petahana dengan menghadapkannya dengan orang lapangan atau kondisi kontradiktif di lapangan? Jangan-jangan… Ahhhh…. Sudahlah.

Tapi saya tidak menyerah. Saya mencoba untuk menggali lagi dan memang menemukan kejanggalan pada penampilan para anggota komunitas yang seolah pertanyaanya undian tapi kok aneh sekali.

Omongan Anies Lebih Cepat dari Akalnya

Anies berbusa busa ngomong soal bottom-up transportasi, Ahok enak bener nge kick nya, karena faktanya menurut Ahok dari e-ticket yang sudah berjalan itu adalah bottom up yang sesungguhnya

Anies muter muter soal reklamasi, mencla mencle, tahu tempe. Emang bisa Peraturan Gubernur membatalkan Keputusan Presiden. Ahok membongkar isi perut reklamasi untuk siapa dan siapa yang lebih diuntungkan. Yang diuntungkan Rakyat Jakarta dan Para nelayan. Itu intinya. Anies bengong sambil ngiler dengerinnya

Pages