china
Pribumi VS Non Pribumi
Pertama, jika penggolongan Pribumi dan Nonpribumi di atas dimaksudkan dalam konteks zaman penjajahan, baik itu saat Indonesia dijajah oleh Bangsa Belanda, Inggris, Portugis atau Jepang maka tentu saja penulis sama sekali tidak keberatan. Bahkan memang seperti itulah seharusnya Pribumi dan Nonpribumi itu digolongkan.
Tonggak Kecerewetan Rakyat
Dulu di masa Ahok, reaksi keras datang kalau terkait isu penggusuran, reklamasi. Reaksi ini juga penting, memberi rambu-rambu bagi pemimpin. Kalau saja Ahok kalah karena isu ini misalnya, kita semua masih ayem, worth lah isunya untuk menjatuhkan (walau publik terbelah karena isu ini sebenernya sangat debatable, tidak hitam putih, bahkan dari kacamata ilmiah).
Kapitalis-Kuminis, Kuminis-Kapitalis
- Mengexplore Guangzhou
Tiba di Guang ( biar pendek) subuh, membuat kami bingung, harus kemana dan ngapain. Setelah berembug kami putuskan mencari “penerjemah”, Gak semua orang China bisa bahasa Inggris. Skala yang bisa kami hitung adalah 10:1. Akhirnya setelah mencari taksi kami menemukan “kamerad kecil” bernama Chen.Seorang makelar Taksi, yang sebetulnya hanya bisa bahasa Inggris “Can i help u dan Ok..Ok..Ok..” saja. Kami “menculik” dia selama 5 hari.
Asma Nadia dan Komunisme
Ditengah keduanya, lalu muncul sosialisme. Paham ini sadar tidak mungkin menghapuskan kepemilikan individu, menghapuskan negara, tapi juga jangan biarkan pasar mengatur semuanya. Karena itu sesuai namanya, menyatakan bahwa tujuan sosial seharusnya dirumuskan bersama (the good of society is collectively defined), dan negara diberi mandat untuk mengatur agar tujuan bersama itu tercapai. Misalnya lewat distribusi kekayaan.
3 Isu Untuk Serang Jokowi di Pilpres 2019
Jateng?
Jika Ganjar lolos dari kasus E-KTP, rasanya masih sulit menggeser cagub PDIP sekaligus petahana ini. Kalopun Ganjar kena, masih banyak bupati/walikota atau kader PDIP yang akan sanggup memenangkan pilgub Jateng. Saingan dari eks menteri saya rasa masih berat. Apalagi jika si eks menteri dianggap berkinerja jelek saat di kabinet
Perbedaan
Belajar Kemandirian dari China
Akhirnya china mampu berdaulat secara ekonomi karena kemakmuran dan kemandirian. Kebanyakan dari kita, merasa selalu diatas angin dengan potensi yang ada. Karena gelar kesarjanaan merasa berhak menjadi middle class. Karena SDA melimpah merasa berhak minta subsidi. Karena banyak doa dan zikir merasa berhak mendapatkan kesuksesan dengan mudah dari ALlah. Apa hasilnya ? para sarjana bukannya menjadi asset bangsa malah menjadi beban negara karena menambah daftar angkatan kerja yang harus negara sediakan.
Made in China
Hemat dituduh pelit
Dermawan dicurigai duit dari setan
Makan hanya lauk sayur disebut pedit
Makan enak disindir tidak memiliki empati
Kagak ngasih sedekah dibilang tidak mau berbagi
Dikasih sedekah, diteriaki mengapa sedikit ?
Tiap kerusuhan selalu ada yang ngajak ganyang cina, padahal puluhan tahun tempat dia kerja pemiliknya etnis cina, hutangpun ke toko Cina
Kau Pikir Jadi China Itu Gampang?
Almarhum papah bernama Tjioe Kho Tjwan, lahir dari rahim emak saya yang bernama Thio Hap Nio, gegara engkong saya yang bernama Tjioe Sioe Khong. Sementara mamah saya bernama Narsiti, lahir dari mbah putri yang bernama Nawijah, dan mbah kakung bernama Wirdjosuwito, seorang mantri tentara jaman penjajahan. Lalu, apa saya pernah mimpi, lahir di keluarga ini? Boro-boro dah.










