Transparan

Fitnah Pilpres Curang

ilustrasi

Proses hitung dimulai. Lembar suara dibuka satu per satu ditunjukin ke saksi dan pengawas. Kalo dinyatain SAH, baru ditulis di papan. Selain di papan, ada 1 saksi yang juga nulis di bukunya untuk kroscek.

Untuk penghitungan Pilpres lancar. Gak ada selisih antara jumlah tercatat di papan: jumlah suara Paslon 01, 02 dan gak sah, dengan fisik surat suara.

Situng KPU, Keliru Atau Manipulasi Data?

ilustrasi

Kedua bentuk Situng tersebut secara bersamaan dipublikasi kepada publik sebagai bentuk transparansi, keterbukaan dan akuntabilitas hasil pemilu. Potensi kekeliruan Entry data dapat terjadi namun hal tersebut dengan sendirinya bisa dikoreksi karena adanya scan data form C1 dan inilah yang muncul, partisipasi publik melakukan koreksi. 

APBD DKI Tahun 2018, Membandingkan Era Ahok dan Anies

Ilustrasi

Selain kunker, pos lain yg juga sering diprotes adalah dana reses. Sebab, waktu reses yg kononnya digunakan untuk bertemu konstituen, selama ini sangat tidak jelas bagaimana mekanismenya. Pernah seumur hidup melihat anggota dewan menjumpai anda? Saya belum, bahkan kabar berkunjung pun belum dengar. Jadi, apa itu reses? Padahal tahun ini, anggaran melonjak 200% dari awalnya 34 M menjadi 64 M. Akan ke mana dananya lari?

ICW Bantah Terima Dana Hibah dari KPK

Ilustrasi
Kedua, tuduhan Romli yang lain adalah bahwa ICW menerima dana hibah dari KPK dan karenanya ICW sangat membabi buta mendukung KPK. Ini juga kesimpulan yang sangat menyesatkan. Mengapa? Karena data yang digunakan Romli untuk menyimpulkan hal ini adalah dokumen laporan keuangan hasil audit milik ICW sendiri yang telah dipublikasikan di www.antikorupsi.org. Dalam laporan keuangan tahun 2014, disebutkan ada penerimaan dana tak terikat dengan nama penerimaan “saweran KPK”. Ini yang dianggap Romli sebagai dana hibah dari KPK untuk ICW.

Pages