tokoh nasional

KH. Hasyim Muzadi, Sang Pemadam Kebakaran

Bangsa Indonesia, tentunya membutuhkan sosok sepertinya. Ikhlas berjuang dan mau merelakan apapun yang dimilikinya. Saat dirinya sakit, seandainya dokter membolehkan dirawat di pondok dan rumah dekat santri-santrinya, ia memilih bersama santri-santrinya. Di saat sakit pun ia masih terus memberikan kajian Kitab Al-Hikam bersama angkatan III Al-Hikam Depok. Sedikit darah yang keluar tak menyurutkan gairah mengajarnya kepada santri-santri kesayangannya.

Pages