KH Hasyim Muzadi

Sikap Tokoh NU Saat Kalah Pilpres

Ilustrasi

Apalagi ketua umum PB NU, kyai Said Aqil mendukung Prabowo. Tapi pak Jokowi "mendapatkan" dukungan Kyai Hasyim Muzadi (eks ketum PBNU).

Juga dukungan 2 onderbouw NU yang paling besar: GP Ansor (mas Nusron dan Gus Yaqut) dan Muslimat NU (Ibu Khofifah). Dan tentu saja satu lagi keluarga Hasyim Asy'ari dari jaringan Cak Imin (PKB)

Alm. KH. Hasyim Muzadi: "HTI Suatu Saat Akan Bentrok dengan Negara “

1. Harus dipahami benar perbedaan mendasar antara agama (Islam), paham (aliran, madzhab, ideologi) dalam Islam, dan gerakan politik (partai) yg mengatas namakan Islam

2. Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah gerakan politik yg menggunakan faham tertentu di dalam Islam. Karena itu ia bukan Islam, tetapi gerakan politik yg sama saja dengan partai atau gerakan politik yg menggunakan nama Islam.

Kiai Hasyim versus "Dai Kompor"

Masalah apa saja--bahkan sampai masalah Tuhan, surga-neraka, dan alam akhirat--bisa dibanyolkan oleh para kiai, santri, dan aktivis NU. Oleh karena itu, ceramah-ceramah yang disampaikan oleh para kiai dan dai NU biasanya sangat segar, luwes, fleksibel, renyah, enak didengar, dan penuh canda tawa, bukan ceramah yang kering-kerontang dan kaku-njeku.

KH. Hasyim Muzadi, Sang Pemadam Kebakaran

Bangsa Indonesia, tentunya membutuhkan sosok sepertinya. Ikhlas berjuang dan mau merelakan apapun yang dimilikinya. Saat dirinya sakit, seandainya dokter membolehkan dirawat di pondok dan rumah dekat santri-santrinya, ia memilih bersama santri-santrinya. Di saat sakit pun ia masih terus memberikan kajian Kitab Al-Hikam bersama angkatan III Al-Hikam Depok. Sedikit darah yang keluar tak menyurutkan gairah mengajarnya kepada santri-santri kesayangannya.

Pages