Tausiah
Pesan Pimpinan : Jangan Ceramah Politik
Tinggalkan Khatib Yang Khotbah Tak Sesuai Ajaran Rasul
Hal ini sudah tidak bisa didiamkan dan kita sebagai muslim tidak mengambil tindakan. Ada beberapa level tindakan yang bisa dilakukan jamaah. Yang paling mudah ya tinggalkan ceramah serta ganti masjid. Namun jika anda memiliki lebih keberanian, setelah selesai sholat Jum’at tegur sang khatib atau protes kepada takmir masjid.
Tragedi Keset, Ceramah Provokatif
Isi kajiannya menggiring opini, sarat fitnah, sebar hoaks, menakut-namkuti umat dan yang paling menyebalkan adalah sikap merasa jadi tuhan karena tidak pernah merasa keliru.
Yang ikut disitu hatinya makin kotor. Semakin lama ikutan malah semakin kotor. Boro-boro nambah ilmu, yang ada nambah berat timbangan dosa.
Soal Dakwah Serahkan Pada Ahlinya
Berdiri sendiri, menjelajah dan melobi para penulis sejati demi mengimbangi gerak para aktor pembodohan yang semakin tak bisa didiamkan!
Kawan, jangan menunggu komando dalam perang non fisik ini. Biarlah para Yai dan Gus itu tampil sebagai insan mulia. Kita rakyat jelatanya tak boleh membebani beliau-beliau dalam kancah perang medsos yang penuh dengan kata nanah busuk dan kalimat darah amis yang membuat otak jongkok.
Jangan Kau Musuhi Habib Bahar Bin Smith, Kuwalat
Lantas bagaimana mensikapi dakwah beberapa syarif, sayid dan habib yang keyakinannya berseberangan dengan ajaran Islam Aswaja? Atau bagaimana menghadapi para syarif, sayid dan habib yang keyakinannya sama-sama Islam Aswaja tapi sikapnya, perbuatannya, perkataannya bahkan seruannya sangat bertolak belakang dengan tata krama anak turun asli pribumi Nusantara?
Musuh Baru Paska Televisi
Cermat Memilih Ustadz
List ini juga menarik karena kasih message: beda standpoint politik (dengan pemerintah) itu biasa, sehat, harus malahan sebagai penyeimbang dalam demokrasi. Asal jangan masuk garis radikal. Itu sebabnya ada nama seperti Aa Gym dan Hidayat Nur Wahid dalam daftar ini. Tapi tak ada nama Felix Siauw dan juga Ustadz Abdul Somad.
Kebodohan Ustadz Hasyim Yahya
Mengheningkan cipta itu pake kata hening yg maksudnya sunyi. Itu maksudnya masing2 pemeluk agama yang ingin berdoa baca doanya tidak mengeluarkan suara alias cukup dalam hati saja supaya masing2 pemeluk agama tidak ada yang merasa terganggu akibat doanya beda2. Mengheningkan cipta itu biasa ditujukan untuk menghormati jasa para pahlawan yang gugur membela tanah air sehingga kita bisa menikmati kemerdekaan.
Halo UGM, Ngapain Datangi Sugi Ke Kampus?
Tak heran pula jika sekaliber Syekh Ramadhan al-Bouthi menyanggah pujian bahwa ia adalah Ghazali dijaman ini. Katanya, "Satu hari kehidupan al-Ghazali setara dengan kualitas seluruh usia saya".
Dinamika yang dihadapi umat semakin berkembang. Disisi lain kualitas 'ulama' tidak lebih baik dari sebelumnya.










