Tangisan Itu
Mungkin tidak ada tangisan yang lebih sia-sia dari tangisan itu. Prabowo sendiri biasa saja. Mungkin bukan karena jiwa sportifitasnya juga. Ia biasa saja, sebab memang terbiasa kalah dalam pertandingan. Bagi Prabowo yang namanya menang adalah sebuah kemewahan.
Jadi jerit tangis itu seperti orang isi bensin, tangki motornya digoyang-goyangkan. Sebuah perbuatan yang sia-sia. Kalau dia isi seliter, dengan menggoyangkan tangki, tetap saja masuknya seliter juga. Gak akan berubah jadi tiga liter.


