Tangisan

Tangisan Itu

Mungkin tidak ada tangisan yang lebih sia-sia dari tangisan itu. Prabowo sendiri biasa saja. Mungkin bukan karena jiwa sportifitasnya juga. Ia biasa saja, sebab memang terbiasa kalah dalam pertandingan. Bagi Prabowo yang namanya menang adalah sebuah kemewahan.

Jadi jerit tangis itu seperti orang isi bensin, tangki motornya digoyang-goyangkan. Sebuah perbuatan yang sia-sia. Kalau dia isi seliter, dengan menggoyangkan tangki, tetap saja masuknya seliter juga. Gak akan berubah jadi tiga liter.

Dibalik Tangisan "Bombay" Deddy Mizwar"

Ilustrasi

Oleh : Josef H Wenas

Ada yang hal sama antara drama “Tangisan Deddy Mizwar” yang dicemooh banyak orang belakangan ini, dengan lagu-lagu dangdut semacam “Hamil Sama Setan” (Ade Farlan), “Paling Suka 69” (Julia Perez), “Wanita Lubang Buaya” (Mirnawati), “Mobil Bergoyang” (Asep Rumpi dan Lia MJ), “Hamil Duluan” (Tuty Wibowo).

Dalam bahasa dagang mereka semua berbicara kepada pasar yang sama. Sedangkan dalam bahasa politik, konstituen yang sama.

Pages