Lalu dengan pongah kita mengaku hanya bagian dari salah satunya saja, dan memusuhi mereka yang berada di bagian lain diri kita, kita dominan dalam Suni, lalu memusuhi saudara kita yang dominan dalam Syiahnya misalnya, atau agama kapitayannya, atau agama leluhurnya.
Dan kita juga tidak hidup dalam logika zero sum, bila yang satu menang maka yang lain kalah.
Dan yang paling berbahaya ialah politik identitas bisa mengesampingkan rasionalitas, dari hal ini akan banyak sekali rentetan akibat nya, bisa kebijakan yang tidak tepat, kebijakan yang sekadar populis.
Karena itu, bersyukurlah jika kita diberi hidung pesek. Jika hal ini dibalik (kita diberi hidung mancung, sementara bule yang hidup di cuaca dingin hidung pesek), berarti Tuhan tidak adil dan hanya menyulitkan manusia saja. Tuhan kan tidak mungkin tidak adil?
Copyright © 2020,
