Percaya
Menjaga Pemilu Dan Netralitas KPU
Masyarakat Indonesia Mudah Ditipu Dan Berpikir Irasional
Husnudzon atau prasangka baik masyarakat telah disalahgunakan oleh “oknum-oknum” yang mengaku guru agama, ustadz atau ulama. Semua tujuan yang baik ternyata hanya “kelihatannya” saja baik. Sebagian tujuan yang baik itu kadang telah disalah gunakan untuk kepentingan2 tertentu yang tidak berhubungan dg keagamaan, misalnya menjatuhkan lawan politik dengan menggunakan dalil agama. Mengkafir2 kan teman dekat atau saudara sendiri karena berbeda pendapat dsb.
Agamaku Di Masa Depan, Woles
Politisasi Masjid, Bukti Gagalnya Muslim Fahami Konsep Iqra
Kebenaran ini tidak ditemukan pada maki-makian. Pada olok-olok yang menghinakan.
Lebih memalukan apabila olok-olok ini dilemparkan oleh orang yang selain tidak berilmu dan minim pengetahuan, tetapi sekaligus juga tidak cermat dan teliti. Ngotot dengan pendapatnya sendiri, padahal runtutan diskusi yang terjadi tidak terlebih dahulu diikuti dan dibacanya dengan cermat.
Karl Marx dan Cuti 69 Hari
Kebebasan Berekspresi dan Penghinaan
Silahkan berargumentasi berdasarkan Kitab Suci anda bahwa anda berkewajiban untuk membela Tuhan dan Agama anda, hakim pengadilan akan tetap memvonis anda bersalah. Namun kabar baik bagi agama minoritas bahwa anda berhak mendapat perlakuan yang sama dan setara oleh negara. Bagi kelompok minoritas, mendirikan tempat ibadah di AS lebih mudah daripada mendirikan tempat ibadah di Indonesia. Apa sebabnya ? AS mempunyai UU anti diskriminasi.







