pendukung prabowo

Emak-Emak, Alat Eksploitasi Baru

Kata mereka, karena mereka tahu apa arti rekonsiliasi. “Artinya kita menerima bergabung, lalu menghilangkan sejarah lama, yang tak bisa hilang dari dada kami. Bagaimana kecurangan yang begitu masif, begitu terstruktur, kasat mata, mereka bisa lihat tapi mereka abaikan," ujar Nurdiati salah satu pendemo. Bahkan mereka katakan, langkahi dulu mayat mereka jika ingin lakukan rekonsiliasi.

Bangun Tidur Lagi

Iwan Fals juga tiru-tiru, “Mentari pagi sudah membumbung tinggi. Bangunlah putra putri ibu pertiwi. Mari mandi dan gosok gigi,...” Tapi Iwan Fals dalam lagu ‘Bangunlah Putera-Puteri Ibu Pertiwi, setelah itu bukan menolong Ibunya. Iwan malah ngomyang, “Setelah itu kita berjanji. Tadi pagi, esok hari, atau lusa nanti. Garuda bukan burung perkutut. Sang Saka bukan sandang pembalut. Dan coba kau dengarkan. Pancasila itu bukanlah rumus kode buntut!”

Tangisan Itu

Mungkin tidak ada tangisan yang lebih sia-sia dari tangisan itu. Prabowo sendiri biasa saja. Mungkin bukan karena jiwa sportifitasnya juga. Ia biasa saja, sebab memang terbiasa kalah dalam pertandingan. Bagi Prabowo yang namanya menang adalah sebuah kemewahan.

Jadi jerit tangis itu seperti orang isi bensin, tangki motornya digoyang-goyangkan. Sebuah perbuatan yang sia-sia. Kalau dia isi seliter, dengan menggoyangkan tangki, tetap saja masuknya seliter juga. Gak akan berubah jadi tiga liter.

Skenario Adu Domba Kelompok Radikal memanfaatkan BPN Dan Prabowo

ilustrasi

Jikalau kedua kubu sampai bertemu dan menurunkan tensi ketegangan, niscaya jalan terakhir mereka untuk menaikan posisi tawar menjadi sirna. Kembali kepada *zero sum game* tadi, skenario terbaik mereka adalah pemerintah/kubu pemenang pemilu mengalah dan meneken *deal* yang menguntungkan keberadaan kelompok ini.

Pendukung Sekaligus Pembunuh Prabowo

 

Kalau ada yang percaya, pasti karena lebih bodoh, atau memang sudah membenci sebelumnya. Apalagi bagi yang tak melihat fakta, bahwa Prabowo memang kalah set. Fitnah itu bukan saja menghina KPU dan Bawaslu, tapi juga kewarasan kita. Apakah kita akan toleran pada ketidakwarasan ini? Rela negara dikuasai kelompok tak waras?

Politik Emosi

Tetapi berita-berita hoax yang di-share oleh akun penyiar kebencian itu memang sangat menyentuh emosi. Saya cukup yakin pembuatnya adalah orang yang sangat paham apa yang menjadi keprihatinan umat saat ini. Memang hampir semua bersifat keagamaan. Pada pokoknya Islam digambarkan berada dalam kondisi yang menyedihkan. Pihak-pihak di luar Islam, termasuk antek-antek Islam sendiri, seolah secara sengaja berupaya agar Islam hilang dari peradaban.

Pages