Pejuang
Panggung Politik Indonesia Yang Tak Terlihat Oleh Awam
Mentalitas Para Penghina Gibran Rakabu
NU dan Dakwah Digital
Coba kalau NU bergerak.Kejadian konyol itu tidak akan terjadi. Jadi NU ada peluang besar mengisi kekosongan ini memasok ustad-ustad handal yang saya yakin akan memberi khasanah pemahaman Islam yang inklusif, modern dan membumi tanpa kebencian. Masak NU kalah sama Bahtiar Nasir yang konon kabarnya menjadi pemasok penceramah di TV.
Saat Banser Mencabut Katana
Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon Ya Lal Wathon/ Hubbul Wathon minal Iman/ Wala Takun minal Hirman/ Inhadlu Alal Wathon / Indonesia Biladi / Anta ‘Unwanul Fakhoma / Kullu May Ya’tika Yauma/ Thomihay Yalqo Himama/ Pusaka Hati Wahai Tanah Airku/ Cintaku dalam Imanku/ Jangan Halangkan Nasibmu/ Bangkitlah Hai Bangsaku/ Indonesia Negriku/ Engkau Panji Martabatku/ Siapa Datang Mengancammu/ Kan Binasa di bawah dulimu
Menelaah Foto Ikonik Bung Tomo
Ini Tho yang Bikin Pemakaman Santoso Ramai Didatangi Orang
Topeng
Oleh Gunawan Muhammad
Laki-laki bertopi infanteri bertopeng ski hitam dengan pipa kecil yang menyembul dari mulutnya itu tak tampak lagi. Tak di San Cristobal de las Casas, tak di kota lain, tak juga di pedalaman Meksiko. Di sana ia pernah angkat senjata, bertempur, berbicara, menulis, dan bergabung dengan petani Chiapas miskin yang memperjuangkan hak mereka. Sepuluh tahun kemudian, Sub-komandante Marcos, tokoh paling menonjol dalam pembangkangan Zapatista itu, menghilang.








